icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

KIBAS DASTER BUNDA

Bab 2 Gejolak Remaja

Jumlah Kata:1438    |    Dirilis Pada: 14/01/2022

boh dan asik membahas drama korea yang sedang happening di TV. Tak hanya itu, mereka juga me

bisa ikut nggak?" tanya Meyra, anak paling kaya di antara ke tiga

kan kita bertiga IPS, gue kan sedih ...." Meyra

gejar nilai dan dapet beasiswa." Sakura kembali te

kan?" Kini Febi yang bersuara.

ampirinya dengan napas ngos-ngosan. Ia meli

na si?!" Cowok itu mena

a?" jawab S

e balik," entah siapa nama cowok itu, Sakura mener

yuk, balikin kotak ini kalau se

mua tampak heboh sampai jingkrak-jingkrak. Sak

ke ketiga remaja yang heboh kay

kan? Most wanted sekolah." Naura l

makannya. Lumayan kita jadi ada personil

atap kotak makan ya

*

kolah

nger elo mau di calonin jadi ketua osis yang

adil juga menolak. Ia tak akan sanggup

ng sekolah menuju ke r

ng perempuan. Dimas me

ewek itu memaksa. Dimas kem

enunjukan rasa sukanya ke Dimas sejak awal mereka masuk ke SMA itu.

ejar Kalila. Dimas tetap diam

tus sambil menoleh ke Kalila ya

elakang mejanya. Ia menyodorkan kertas pendaftaran

jadi pengurus osis. Yang lain

yang kalau lo cuma sekolah, pul

mendengar ucapa

as beranjak dan berjalan keluar ruangan itu. Ka

agus, lah. Nanti lo sibuk, gue dicuekin. Se

n Kalila. Kalila menarik tangan Dimas dan memberi

Tak menoleh lagi ke Dimas. Sedangkan Dimas memegang sus

kasia l

dan berjalan keara

*

rajin menemaninya. Silvi anaknya hanya satu, sepantaran Sakura, suaminya bekerja dite

y tour Akasia, mahal banget aduhhh." Dona berkel

e duit gue nggak

. Mau nambah lagi." Dona menyemprotkan pewa

kutan pergi?" Kedua

a diminta lagi." Silvi memakan keripik pisang kiriman mertua Do

situ nggak dibilangin lho, mereka bilang uang kegiatan uda

eranjak menuju meja makan d

srama? Niat banget sekolah taruna penerb

. Anak sama bapak betah banget ninggalin gue sendirian diru

t temenin lo, Sil." Dona terkekeh

mau peduli tetangga lo baru beli kulkas baru kek, nyicil mobil atau motor baru kek, anaknya punya pacar baru apa nggak kek

enin kaya gitu-gitu

perumahan masih kebon engkong sampe jadi batu bata dan ba

Silvi dengan

cap Dona sambil kem

dampingin siapa. Lo atau Ma

bener-bener kepepet dan nggak

-ngomong, yang suka

an mengambil pakaian kering lainnya dari jem

? Anak oran

Sakura. Meyra nam

t beda sekarang, lebih modis kesekolah. Gue khawatir aja dia jadi ikut-ikutan

Sakura nggak kaya gitu, lagian mal

ceki

ta Bapaknya Guntar, musium juga

i. Dari Mario masih kuliah, ngajak gue kencan pertama kali

erbahak

akan toples keatas meja setelah ia tu

ri berkacak pingg

arung. Lo ambil satu Don. No

ona. Sahabatnya itu mengangg

beberes rumah lo ya sebagai tanda

ua." Silvi berbalik ba

yak," celetuk Dona. Lalu

main sebentar ke rumah temannya di belakang rumah mereka. Ta

anak Bunda,

kasia sambil mencium tangan Sil

ek Dona ke Akasia yang se

, Bun?" tanyanya.

tangan, cuci kaki dan cuc

il Dimas. Ak

u kotak ke tangan Akasia. K

kasia menaruh susu ke dalam kul

vi sambil mencolek lengan Di

lalu Dim

kali Mami srek sama ceweknya." Silvi melirik ke Dona yang

Bun. Jangan khawa

-pa Dim!" teriak Silvi. Lalu ta

uka. Wajar, lah, usia segin

takut

perlu lo khawatirin tu

p jam tiga sore. Berarti pulang setelah magrib atau j

imas untuk mengambil beras dirumahnya. Dona merasa khawatir dengan

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
KIBAS DASTER BUNDA
KIBAS DASTER BUNDA
“"KAKAK SEBEL SAMA BUNDA! BUNDA KUNO! DASTERAN TERUS!" Maki Sakura, anak pertama Dona yang jengah melihat bundanya selalu berdaster, kuno, ketinggalan jaman, dan banyak keluhan dari anak pertamanya itu. Namun, mari kita mencari tau apa aja yang terjadi di kehidupan seorang ibu rumah tangga sebenarnya, yang kadang suka disepelekan banyak orang. Kenalkan, namanya Dona. Ibu rumah tangga dengan tiga anak yang selama 17 tahun menikah dengan Pria yang ia cintai sejak pertemuan pertama mereka di salah satu festival musik pada masa itu yang begitu bergantung kepadanya, mulai merasa galau. Permasalahan mulai muncul saat sang anak pertama mulai kesal, jenuh, dan bosan melihat penampilan ibunya yang NORAK, KAMPUNGAN dan cenderung Sederhana. Ditambah kondisi tempat kerja suaminya sedang mengalami pengepresan karyawan dan gaji pun tak naik yang biasanya setiap setahun sekali pasti ada. Memikirkan hari-hari dengan uang belanja pas-pasan, biaya hidup melonjak tinggi, tuntutan suami dan anak-anak, Dona hadapi dengan sabar. Namun suatu hari ia bertekad akan merubah hal BIASA pada dirinya menjadi LUAR BIASA. Demi membuat anak dan suaminya bangga dengan rahasia diri yang pada akhirnya ia buka kembali demi keluarganya. Bisakah Dona membuktikannya?”