icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

REKENING SUAMIKU

Bab 7 Tujuh

Jumlah Kata:1000    |    Dirilis Pada: 14/01/2022

NG_SUAM

, Nak!" ujarku sambil menciumi pipin

is kecilku menggeliat dan menatapku heran. Air mata ini terus mengali

ponsel lama yang hanya bisa menerima panggil

li waktu lajang dulu dari hasil nguli. Baru ketika Mas Yasa pergi, kupergi ke counter dan

dering. Mas Yasa menelpon. Dengan binar bahagia aku segera mengangkat

lamualaikum,

sedang apa?" suara bariton

s! Kamu lagi ngapain? Kok suaranya se

ya. Namun feelingku kok merasa aneh,

kam jelas semua kejadian menyesakkan pagi tadi. Tapi aku tidak hendak membicarakannya pada Mas Yasa sekarang, takut

gera jemput kamu! Doakan sem

baru pergi! Aku mau ikut kamu sekarang, Ma

dengan ibu? Keadaan kita masih megap-megap ... aku tak mau kamu sama ibu malah mend

erti tadi berulang lagi. Aku takut, bagaimana kalau pada saat itu aku tak bisa menghindar lagi. Aku nggak b

Yasa mengembalikan memoriku

akut, Mas sendirian di sini," gumamku s

hanya saja kini aku tak bisa menatap dereta

Kamu mau cerita apa? Ayo mas dengark

a bicara. Alika bingung mungkin kok kamu ada suaranya aja,"

puh perlahan menguat lagi. Apalagi dia selalu berbic

carakan. Jarak yang menghalang ternyata bukan memudarkan perasaan in

itu ba'da ashar nanti aku pergi ke pasar. Sepeda tua yang kami beli waktu awal menika

dalam tudung saji. Mungkin hari ini aman dari jarahan Mbak Miranda, secara dia lagi marah sama aku atas perbuat

lima menit dengan bersepeda. Tidak jauh sebetulnya,

untuk kujual. Bergegas kukayuh k

l pagi bisa keliling. Biasanya menghabiskan waktu hampi

ku selesai mandi. Tadi sewaktu baru tiba ak

bu," ucap wanita paruh baya yang menja

Mbak Miranda. Dengan wajah ditekuk dia melewatiku tanpa berkata apa-apa, langsung me

Kenapa sih, nggak masak sendiri saja?" u

menikmati makanan mereka! Emang kamu aja yang bisa enak-enakkan tidur, m

, sisain buat Ibu ... seharian dia capek juga ja

yang diambilnya dari rak piring. Sudah pasti ketika makan

apak, bukan rumah kamu! Nasi ini juga ditanam dari sawah bapak, bapak Mbak j

u mengalihkan

menjual tanah ... tapi asal kamu tahu, dia tak pernah merepotkan kami. Mela tidak menumpang makan seperti yang kamu tuduhkan! Justru semua nasi dan lauk

anda. Dulu dia tidak pernah berbicara seperti itu karena takut

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
REKENING SUAMIKU
REKENING SUAMIKU
“"Percuma kamu punya suami modal tampang doang! Memangnya hidup mau kenyang hanya cuma makan cinta? Tiap hari kerjanya hanya ngendon di kamar dan jalan-jalan keliling komplek bawa kamera!" hardik bapak sambil melempar sayuran sisa jualanku hari ini. Aku hanya terdiam. Sudah bosan beradu debat dengan bapak yang selalu merendahkan dan menghina Mas Yasa. Lelaki yang sudah dua tahun terakhir ini menjadi suamiku. Pekerjaan Mas Yasa memang hanya serabutan. Namun Bapak tak pernah mau tahu meskipun sebetulnya ada sesautu yang tengah Mas Yasa perjuangkan untuk kami di masa depan. Suatu saat Bapak pasti akan menyesal karena telah menghina suamiku habis-habisan.”
1 Bab 1 Satu2 Bab 2 Dua3 Bab 3 Tiga4 Bab 4 Empat5 Bab 5 Lima6 Bab 6 Enam7 Bab 7 Tujuh8 Bab 8 Delapan9 Bab 9 Sembilan10 Bab 10 Sepuluh11 Bab 11 Sebelas12 Bab 12 Dua Belas13 Bab 13 Tiga Belas14 Bab 14 Empat Belas15 Bab 15 Lima Belas 16 Bab 16 Enam Belas17 Bab 17 Tujuh Belas18 Bab 18 Delapan Belas19 Bab 19 Sembilan Belas20 Bab 20 Dua Puluh21 Bab 21 Dua Puluh Satu22 Bab 22 Dua Puluh Dua23 Bab 23 Dua Puluh Tiga24 Bab 24 Dua Puluh Empat25 Bab 25 Dua Puluh Lima26 Bab 26 Dua Puluh Enam27 Bab 27 Dua Puluh Tujuh28 Bab 28 Dua Puluh Delapan29 Bab 29 Dua Puluh Sembilan30 Bab 30 Tiga Puluh31 Bab 31 Tiga Puluh Satu32 Bab 32 Tiga Puluh Dua33 Bab 33 Tiga Puluh Tiga34 Bab 34 Tiga Puluh Empat35 Bab 35 Tiga Puluh Lima36 Bab 36 Tiga Puluh Enam37 Bab 37 Tiga Puluh Tujuh - End