icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pewaris yang Dicampakkan: Menikahi Taipan Tak Tersentuh

Bab 163 

Jumlah Kata:672    |    Dirilis Pada: Hari ini17:10

a makan semi-privat yang bermandikan cahaya matahari di sebuah restoran terkenal di Midtown, dengan setumpuk prospek

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pewaris yang Dicampakkan: Menikahi Taipan Tak Tersentuh
Pewaris yang Dicampakkan: Menikahi Taipan Tak Tersentuh
“Aku memberikan tiga tahun masa mudaku untuk Fino, bahkan menolak tawaran karier di Eropa demi mempertahankannya. Namun, saat aku menunggunya di bandara, notifikasi dashcam mobilku tiba-tiba menyala. Di layar ponsel, aku melihat tunanganku sedang mendesah hebat, bercinta dengan adik kandungku sendiri, Shanti, di kursi belakang mobilku. Saat aku memutar video perselingkuhan menjijikkan itu di ruang keluarga, reaksi mereka justru membuat darahku membeku. Paman dan bibiku tidak marah pada mereka, melainkan menunjuk wajahku dan memakiku habis-habisan. "Ini semua salahmu! Kau terlalu dingin dan gila kerja, wajar jika Fino mencari kehangatan dari adikmu!" Tanpa rasa bersalah, pamanku langsung mengalihkan status pertunangan itu kepada Shanti demi menjaga harga saham perusahaan, sementara Fino menyeringai dan menawariku uang tutup mulut. Mereka bersekongkol membuangku seperti sampah, memutarbalikkan fakta, dan bersiap merampas habis dana perwalian peninggalan kakekku. Tiga tahun kesetiaan dan pengorbananku untuk keluarga ini dibalas dengan tikaman dari punggung oleh orang-orang yang paling kupercayai. Mereka pikir aku wanita lemah yang akan menangis memohon dan hancur tanpa nama besar keluarga. Tapi mereka salah besar. Malam itu juga, aku mengemas semua dokumen rahasiaku, melangkah keluar dari rumah beracun itu, dan langsung menemui Aditya Wijaya-paman kandung Fino, sang miliarder kejam yang paling ditakuti di Wall Street. "Aku butuh nama besarmu, mari kita menikah," tawarku padanya. Jika mereka pikir bisa menginjak-injakku, maka aku akan kembali sebagai bibi mereka dan meratakan seluruh keluarga ini ke tanah.”