icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pewaris yang Dicampakkan: Menikahi Taipan Tak Tersentuh

Bab 4 

Jumlah Kata:656    |    Dirilis Pada: Hari ini13:45

ling kejam di New York. Keheningan yang mencekam di apartemen loteng Soho menggantung seperti tali gantungan, hingga Emilia menghela napas gemetar yang terasa se

yang kontras. Alisha duduk di bangku dapur marmer, secangkir kopi hitam mengepul di tangannya, layar laptopnya bersinar seperti suar dala

hingga terlihat memar. Ia begadang semalaman meretas basis data terbatas perusahaan PR-nya, dan kelelahan melekat padanya seperti

m yang diambil dari kejauhan, wajahnya selalu sebagian tertutup. "Tidak ada jejak, tidak ada pengaruh," gumamnya, mengetuk ku

enampilkan item buta yang disunting dari blog gosip keuangan rahasia. "Wall Street berbisik. Misofobia parah-menolak disentuh wanita. Memecat asisten karena s

ya melayang ke bandara-genggaman tangannya yang hangat dan kuat di pinggangnya, ibu jarinya menekan mantelnya, pan

bahkan tidak tahan dengan keintiman fisik." Sejenak hening, lalu ia meraih pergelangan tangan Alisha. "Ini bukan

"Tepat sekali. Miliarder impoten yang anti-sentuhan adalah suami kontrak yang sempurna. Tidak ada ekspektasi yang rumit, tidak ada ika

ngnya di atas meja. "Kiki Darmawan-orang kepercayaannya. Mereka akan minum kopi di kafe khusus anggot

dari kamar tamu-setelan celana desainer ternama berwarna abu-abu batu tulis, dijahit dengan sempurna, rambut disan

nggunakan bantuan PR untuk melewati nyonya rumah yang tidak ramah, dan mereka menyelinap ke bilik belakang, tersembunyi di balik partisi

t ia melatih presentasinya-saling menguntungkan, stabilitas PR, tanpa ikatan. Emilia meme

meja, membisikkan syarat-syarat kontrak terakhir kepada Emilia, suaranya rendah dan penuh tekad. Ia tidak menyadari peruba

an palsu?

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pewaris yang Dicampakkan: Menikahi Taipan Tak Tersentuh
Pewaris yang Dicampakkan: Menikahi Taipan Tak Tersentuh
“Aku memberikan tiga tahun masa mudaku untuk Fino, bahkan menolak tawaran karier di Eropa demi mempertahankannya. Namun, saat aku menunggunya di bandara, notifikasi dashcam mobilku tiba-tiba menyala. Di layar ponsel, aku melihat tunanganku sedang mendesah hebat, bercinta dengan adik kandungku sendiri, Shanti, di kursi belakang mobilku. Saat aku memutar video perselingkuhan menjijikkan itu di ruang keluarga, reaksi mereka justru membuat darahku membeku. Paman dan bibiku tidak marah pada mereka, melainkan menunjuk wajahku dan memakiku habis-habisan. "Ini semua salahmu! Kau terlalu dingin dan gila kerja, wajar jika Fino mencari kehangatan dari adikmu!" Tanpa rasa bersalah, pamanku langsung mengalihkan status pertunangan itu kepada Shanti demi menjaga harga saham perusahaan, sementara Fino menyeringai dan menawariku uang tutup mulut. Mereka bersekongkol membuangku seperti sampah, memutarbalikkan fakta, dan bersiap merampas habis dana perwalian peninggalan kakekku. Tiga tahun kesetiaan dan pengorbananku untuk keluarga ini dibalas dengan tikaman dari punggung oleh orang-orang yang paling kupercayai. Mereka pikir aku wanita lemah yang akan menangis memohon dan hancur tanpa nama besar keluarga. Tapi mereka salah besar. Malam itu juga, aku mengemas semua dokumen rahasiaku, melangkah keluar dari rumah beracun itu, dan langsung menemui Aditya Wijaya-paman kandung Fino, sang miliarder kejam yang paling ditakuti di Wall Street. "Aku butuh nama besarmu, mari kita menikah," tawarku padanya. Jika mereka pikir bisa menginjak-injakku, maka aku akan kembali sebagai bibi mereka dan meratakan seluruh keluarga ini ke tanah.”