icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dari Omega Tanpa Serigala Menjadi Ratu Sang Alpha Rival

Bab 192 

Jumlah Kata:865    |    Dirilis Pada: Hari ini17:55

ANDANG

bisakah saya b

pintu mobil yang terbuka. Caleb Wijaya berjalan cepat ke arahku, ekspresinya

anganku bertump

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dari Omega Tanpa Serigala Menjadi Ratu Sang Alpha Rival
Dari Omega Tanpa Serigala Menjadi Ratu Sang Alpha Rival
“Tujuh tahun aku mengabdi pada Alexander, pasangan jiwa takdirku, membangun kerajaan bisnisnya dari nol. Aku pikir aku akhirnya akan resmi menjadi Luna-nya, sampai aku berdiri di balik pintu kantornya yang sedikit terbuka. Aku mendengar sendiri bagaimana dia berencana memanfaatkanku di upacara ikatan nanti hanya untuk menenangkan para Tetua kawanan. Setelah posisinya aman, dia akan langsung mencampakkanku demi cinta pertamanya, Brianna, yang baru saja kembali. "Dia Omega cacat tanpa wujud serigala. Dia seharusnya bersyukur aku bahkan meliriknya." Ucapan Alexander terdengar begitu dingin dan penuh ejekan. Dia bahkan menyerahkan proyek besar yang kubangun mati-matian selama berbulan-bulan kepada wanita itu sebagai hadiah selamat datang. Alexander sangat yakin aku hanya akan menangis lemah dan menerima nasib karena aku tidak punya tempat untuk pergi. Duniaku runtuh seketika. Demi pria ini, aku membuang beasiswa penuh ke sekolah Ivy League dan mengorbankan seluruh masa mudaku. Tujuh tahun pengorbanan berdarah-darah itu ternyata hanya ilusi, dan aku hanyalah alat kenyamanan yang menyedihkan. Tapi aku tidak menangis atau memohon seperti yang dia harapkan. Aku membuang kopi favoritnya ke tempat sampah, menyusun surat penolakan pasangan secara resmi, dan menguras habis semua data strategisku dari server perusahaannya. Lalu, aku membalas email tawaran pekerjaan dari Hamilton Santoso, seorang Lycan terkuat yang merupakan saingan bisnis terbesar Alexander. Karena dia menganggapku tidak berharga, aku akan membakar kerajaannya sampai rata dengan tanah.”