, mondar-mandir di kantornya keesokan paginya. "Kita butu
annya, sayang. Hanya ada satu pilihan. Bramantyo Haryanto. Aku sud
ik untuk diri mereka sendiri, mere
na," ka
elah tiba dari kepala pelayan Ardi Suryadiningrat. Pesan itu beris
salahan fatal. Ardi telah berkata, "Suruh dia mencari Bramantyo Haryanto." Yang
yang salah dan firma yan
& Santoso, ada yan
cara dengan Bapak Pranata, tolong. Saya
is hendak mentransfer panggilan ketika Bramanty
nya kepada resepsionis. "Sa
," katanya, suaranya bariton yang tenang dan rendah. Di
Ini melibatkan sengketa empat persen saham ekuitas di Kumpulan Adiwangsa, senilai s
u. Kumpulan Adiwangsa. Satu setengah miliar. Jadi in
modal investasi awal saya. Saya terikat oleh perjanjian kerahasiaan dan
annya membuat
isakah Anda datang ke kantor k
tang." Panggi
emberi tahu asistennya untuk mengosongkan jadwal pukul sepuluh un
pencakar langit yang berkilauan di Midtown. Saat dia kel
r, diikuti
ng bersamaan. Udara di trotoar yan
lengannya di lengan Darma. "Wah, wah. Kalau bukan Ibu Wiranata. Mencari pengacara? Saya sa
nya. "Anindita, jangan memp
memeduli
nnya. "Masih memimpikan satu setengah miliar i
nah bekerja keras untuk apa pun dalam hidupnya, yang telah membangun se
etakkan Melati di lengannya. Suaranya pelan
yang datar dan berbahaya, yang me
erlu. Melati baru saja kalah dalam pertempuran
mereka dan masuk ke lobi
aring dari teriakan apa pun. Dan di suatu tempat di dalam ge
/0/34551/coverbig.jpg?v=cc28c15aaf63d5bfc29b48f5f54d8115&imageMogr2/format/webp)