icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kebangkitan Sang Phoenix: Balas Dendam Pewaris Berbekas Luka

Bab 6 

Jumlah Kata:332    |    Dirilis Pada: Hari ini13:42

ne Prameswa

Dia hanya menggeser berat bada

ersandung, dan menabrak rak syal sutra. Rak

a menyatakan dengan ten

, takut akan

mbantu Sloane Prameswari b

k setuju," k

an murni. "Monster yang penuh bekas luka!

enjadi

angannya dan menyentuh

kebakaran laboratorium yang aku selamatkan suamiku lima

e Lestari. Tatapannya

alah pengingat akan tahun yang hilang karena dirimu. Karena kecemb

"Kau... kau tidak bisa m

tikannya untuk tahu kau

gi mereka dan

nnya. S

bisa melayanimu. Nona Wijaya adal

menyeringai. "B

engeluarkan

n padanya tentang pemberitahuan audit Komisi Sekuritas da

tari membe

ahaan kecilnya sedang diselidiki. Menghabiskan uang

t teman-temannya mund

mengetuk ponselnya ke terminal pem

nting lembut. Itu adalah suara perin

erang, merah tua, diik

RIDE: PRO

latih selama lima tahun. Dia

si Level 0. Itu adalah mitos. It

a kau?" Sar

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kebangkitan Sang Phoenix: Balas Dendam Pewaris Berbekas Luka
Kebangkitan Sang Phoenix: Balas Dendam Pewaris Berbekas Luka
“Selama lima tahun, aku hidup sebagai istri yang patuh dan penakut bagi Karsa Kusuma. Hingga malam ini, dia melemparkan surat cerai ke ranjang, menyuruhku segera mengosongkan rumah karena wanita yang dicintainya telah kembali. "Ambil uang ini, menyingkirlah ke desa, dan sembunyikan wajah cacatmu itu," katanya dingin. Dia menatap jijik pada luka bakar di pipiku-luka permanen yang kudapat karena menyeret tubuhnya dari kobaran api bertahun-tahun lalu. Kabar perceraianku langsung menyebar. Ayah kandungku menelepon, mengancam akan memutus biaya pengobatan ibuku jika aku gagal mempertahankan Karsa sebagai investor perusahaannya. Ibu tiri dan saudari tiriku tertawa puas, sengaja mencegatku di butik mewah untuk menghinaku sebagai gembel yang akan segera mati di jalanan. Mereka semua menunggu untuk melihatku menangis, memohon, dan hancur. Mereka bebas menginjak-injakku karena mengira aku hanyalah Seraphina yang lemah, bodoh, dan tak berdaya. Namun, guncangan ini justru memutar gembok di dalam benakku, membuka paksa ingatan tentang satu tahun masa kecilku yang hilang di sebuah laboratorium rahasia. Mereka tidak tahu bahwa Seraphina yang penurut telah lenyap, digantikan oleh kepribadian asliku yang dingin, taktis, dan mematikan: Phoenix. Aku menandatangani surat cerai itu tanpa mengambil sepeser pun uang kotor milik Karsa. Dengan tenang, aku meretas sistem gelap untuk mencairkan lima ratus juta dolar dari akun rahasiaku, lalu melangkah pergi untuk menjemput ibuku dan membiarkan mereka semua hancur berkeping-keping.”