icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Putri Tunggal Para Martir: Kejayaannya Mekar Pasca Perceraian

Bab 6 

Jumlah Kata:674    |    Dirilis Pada: Hari ini13:40

ari ke

di PT Cakrawala Dinamika. Dia menatap monitor yang menyala

n pagi itu karena rumor samar t

ma belum pulang selama tiga hari. Dia berasumsi Anindita Kirana

a. Dia tidak bisa membiarkan perselisihan

bilkan aku gelang Cartier. Yang

orong pintu kayu ek yang berat dari sebuah ruan

tidak mengenakan sweter lembutnya yang biasa. Dia

merah ke atas meja. Kotak itu meluncur di atas kayu yan

a," kata Domenic Surya Adiwijaya, nadanya penuh

tama bahkan tidak me

geluarkan setumpuk dokumen tebal,

jaya mengerutkan ke

ghantamnya seperti pukulan fisik ke per

telinganya, suara dering keras

erubah menjadi kemarahan y

obeknya menjadi dua dengan kasar, melemparkan potongan-potongan yang hancur ke udara. Potongan-potongan it

dak berkedip. Dia menatapnya dengan pengamatan dingin d

n mengeluarkan tiga salinan perjanjian yang iden

nak-anak bagi seseorang yang telah merancang jaringan pertahanan siber terdalam Pentagon. Dia telah menghabiskan

dita Kirana Wiratama, suaranya halus dan mematikan. "Aku tahu tentang 4,2 ju

elebar karena kengerian murni.

lapisan enkripsi korporat. Tidak ada war

ita Kirana Wiratama, mengabaikan kepanikannya. "Dan aku ingin uang modal awal

ng kasar dan gila. Dia mencondongkan tubuh ke atas meja

a Kirana Wiratama. "Kau tidak menginvestasikan apa-apa! Kau yatim p

dikit bersandar, tidak terg

embut. "Atau besok pagi, setiap bukti data yang membuktikan pe

tu. Investigasi Komisi Sekuritas dan Bursa akan langsung membatalka

ya. Dia bukan istri penurut yang dia kenal

eser pun dariku," desis Domenic

, dan menyerbu keluar ruangan, membanting p

gan yang sunyi. Dia melihat kertas-ker

rah itu dan menjatuhka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Putri Tunggal Para Martir: Kejayaannya Mekar Pasca Perceraian
Putri Tunggal Para Martir: Kejayaannya Mekar Pasca Perceraian
“Aku menyembunyikan identitas asliku sebagai jenius strategi militer Pentagon selama lima tahun demi menjadi istri yang penurut bagi Domenic. Aku bahkan diam-diam menggunakan uang santunan kematian orang tuaku untuk menyelamatkan perusahaannya dari kebangkrutan. Namun, dia malah memberikan satu-satunya kalung rubi peninggalan mendiang ibuku kepada selingkuhannya. Ketika aku menuntutnya kembali, Domenic membanting ponselku hingga hancur berkeping-keping di lantai marmer. "Jangan ganggu Karina, aku tidak akan membiarkanmu merusak suasana hatinya karena perhiasan murahan." Keesokan harinya, dia mengingkari janji untuk menemaniku menyambut kepulangan abu orang tuaku-pahlawan negara yang gugur-hanya karena selingkuhannya itu mengeluh keseleo. Saat aku membawa kotak abu itu pulang sendirian, ibu mertuaku merasa jijik dan menyuruh pelayan membuangnya ke gudang bawah tanah. Domenic yang baru tiba malah mengusirku dari rumah karena dianggap tidak menghormati keluarganya. Puncaknya, ketika kami tak sengaja bertemu di sebuah restoran dan tiba-tiba terjadi baku tembak mematikan, Domenic secara naluriah menerjang dan menjadikan tubuhnya tameng untuk melindungi selingkuhannya. Dia membiarkanku berdiri sendirian tepat di depan moncong senapan mesin para pembunuh bayaran. Melihat punggung suamiku yang rela mati demi wanita lain, sisa-sisa ilusi dan cintaku selama lima tahun menguap tak bersisa. Lima tahun aku menyerahkan segalanya untuk pria brengsek ini, hanya untuk diinjak-injak seperti sampah tak berharga. Di tengah desingan peluru dan pecahan kaca, aku menunduk menghindari tembakan dan dengan tenang menarik pisau taktis dari balik gaunku. Sudah waktunya aku mengambil kembali kerajaanku dan membiarkan mereka melihat siapa Anindita Kirana Wiratama yang sebenarnya.”