icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dilindungi Bos Militer yang Kejam

Bab 18 

Jumlah Kata:858    |    Dirilis Pada: Hari ini11:58

irkarat, menarik napas perlahan dan dalam untuk menenangkan detak jantungnya yang berdebar

n berderi

bergegas masu

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dilindungi Bos Militer yang Kejam
Dilindungi Bos Militer yang Kejam
“Ibuku selalu memperlakukanku seperti barang dagangan, memaksaku kencan dengan pria kaya yang terang-terangan merendahkan profesiku sebagai perawat. Hingga suatu malam, sebuah kode darurat militer memanggilku kembali ke rumah sakit. Di ruang ICU, seorang pembunuh bayaran menyamar sebagai dokter, menodongkan pisau bedah ke leherku, dan mendorongku jatuh dari tangga. Nyawaku nyaris melayang jika saja Kolonel Baskara Adiwijaya tidak mengorbankan tubuhnya untuk melindungiku hingga bahunya terluka parah. Namun, saat aku pulang dengan leher berdarah dan tubuh gemetar karena trauma, ibuku sama sekali tidak peduli. Ia malah berteriak dan memaksaku pergi menemui pria kencan buta itu untuk meminta maaf karena telah meninggalkannya di restoran. Di depan umum, pria brengsek itu menertawakan luka sayatan di leherku, menyebutku pembohong murahan, lalu mencengkeram lenganku dengan kasar. Ibuku yang mengetahui hal ini justru menyalahkanku, mengatakan aku pantas dikasari karena tidak tahu cara mengambil hati pria yang bisa menafkahi. Aku baru saja lolos dari maut dan masih diburu oleh pembunuh bayaran, tapi keluargaku sendiri dengan kejam membuangku ke neraka demi uang dan reputasi. Tepat saat aku merasa benar-benar hancur dan putus asa, sosok Kolonel Adiwijaya muncul membelah kerumunan. Ia mengusir pria itu, menatapku dengan mata abu-abunya yang tajam, dan menyatakan bahwa aku kini berada di bawah perlindungan militernya. Hari itu juga, aku menandatangani akta nikah bersamanya, membanting kertas sah itu tepat di depan wajah ibuku yang pucat pasi, dan melangkah keluar dari rumah beracun itu untuk selamanya.”