icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hati yang Sedang Berperang

Bab 14 Pengakuan Hati

Jumlah Kata:914    |    Dirilis Pada: 11/12/2025

erlahan melalui taman-taman rumah besar Asia, tangannya di dalam saku mantelnya, pikirannya dipenuhi pusaran emosi

ga

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hati yang Sedang Berperang
Hati yang Sedang Berperang
“Di negeri Midyat, tempat kesombongan dan dendam berpadu dengan rahasia keluarga, Bahar Asian hidup terjebak di antara hatinya dan kewajibannya. Sebagai putri haram dari seorang patriark yang kejam, ia tumbuh di bawah bayang-bayang kebencian kakeknya, Nasuh. Namun hidupnya akan berubah ketika seorang pemuda misterius dan tampan, Emir Demir, kembali ke kota dengan satu tujuan: membalaskan dendam atas kematian orang tuanya, yang diyakininya dibunuh oleh keluarga Asian. Apa yang dimulai sebagai permainan berbahaya antara musuh berubah menjadi gairah yang membara dan tak terduga. Namun, takdir tidak akan berbaik hati kepada mereka. Saat cinta bersemi di antara mereka, pengkhianatan dan rahasia gelap dari masa lalu mengancam untuk memisahkan mereka selamanya. Di tengah perjodohan, manipulasi, dan cinta terlarang yang menentang semua aturan, Bahar dan Emir akan dipaksa untuk memilih antara cinta dan balas dendam, antara kebenaran dan kesetiaan kepada keluarga mereka. Bisakah mereka memutus rantai kebencian dan mengungkap kebenaran di balik kematian yang membentuk takdir mereka? Atau akankah cinta mereka menjadi korban utama perang antara dua keluarga yang telah saling membenci selama beberapa generasi?”
1 Bab 1 Dua Keluarga yang Terpisah oleh Takdir2 Bab 2 Bayangan Masa Lalu3 Bab 3 Keputusan Nasuh4 Bab 4 Pertemuan di Pasar5 Bab 5 Bayangan Pembalasan6 Bab 6 Pemberontakan di Festival7 Bab 7 Bayangan di Malam Hari8 Bab 8 Permainan Daya Tarik9 Bab 9 Pernikahan yang Akan Datang dan Rencana Balas Dendam10 Bab 10 Penyelamatan yang Tak Terduga11 Bab 11 Cinta Terlarang12 Bab 12 Rahasia dalam Kegelapan13 Bab 13 Penderitaan Kebenaran14 Bab 14 Pengakuan Hati15 Bab 15 Pertemuan di Tengah Badai16 Bab 16 Reuni di Upacara Tradisional17 Bab 17 Hukuman Nasuh18 Bab 18 Tekanan Cansu19 Bab 19 Takdir Mengikat Kita20 Bab 20 Kebenaran yang Tersembunyi21 Bab 21 Suara Masa Lalu22 Bab 22 Penyelamatan di Malam Hari23 Bab 23 Pertunangan yang Mustahil24 Bab 24 Jebakan Cansu25 Bab 25 Serangan Misterius Membahayakan Nyawa Emir26 Bab 26 Bahar menyayangi Emir, dan perasaannya semakin kuat27 Bab 27 Nasuh Aslan telah menyembunyikan kebenaran tentang kecelakaan itu28 Bab 28 Bahar Menemukan Sejarah Sejatinya dan Menghadapi Kakeknya29 Bab 29 Emir dan Bahar memutuskan untuk melarikan diri bersama30 Bab 30 Emir ditangkap dan Bahar dipenjara31 Bab 31 Bahar Menemukan Bagaimana Emir Dimanipulasi Sejak Kecil32 Bab 32 Konfrontasi antara Emir dan Cansu33 Bab 33 Dia berencana untuk melenyapkan Emir sekali dan untuk selamanya34 Bab 34 Bahar Mempertaruhkan Nyawanya untuk Menyelamatkan Emir35 Bab 35 Pasangan itu menyatakan cinta mereka36 Bab 36 Cinta atau Balas Dendam37 Bab 37 Aliansi Rahasia38 Bab 38 Api Penghancur39 Bab 39 Konfrontasi Kebenaran40 Bab 40 Kebenaran yang Tersembunyi41 Bab 41 Pengampunan dan Balas Dendam42 Bab 42 Bahar Menghadapi Cansu dan Membela Cintanya pada Emir43 Bab 43 Nasuh Mengalami Krisis Kesehatan44 Bab 44 Cansu berusaha memisahkan Emir dari Bahar45 Bab 45 Bahar Diculik46 Bab 46 Emir Mempertaruhkan Nyawanya untuk Menyelamatkannya47 Bab 47 Pertarungan Terakhir48 Bab 48 Nasuh Mengakui Kejahatannya Sebelum Meninggal49 Bab 49 Cansu Demir Ditangkap50 Bab 50 Bahar dan Emir bebas untuk saling mencintai51 Bab 51 Keluarga Berupaya Berdamai52 Bab 52 Rintangan Keluarga Terakhir53 Bab 53 Musuh Lama Kembali54 Bab 54 Bahar Membuktikan Dirinya Seorang Pemimpin55 Bab 55 Emir menutup pintu masa lalu dan meninggalkan kebencian di belakang56 Bab 56 Kedamaian Datang ke Midyat57 Bab 57 Pernikahan Tradisional58 Bab 58 Emir dan Bahar Menantikan Anak Pertama Mereka59 Bab 59 Tanpa Kebencian60 Bab 60 Bahar dan Emir menemukan cinta mereka di tengah segala rintangan