icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi

Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi

icon

Bab 1 Mari Kita Bercerai

Jumlah Kata:1193    |    Dirilis Pada: 04/12/2025

udah m

tersengal-sengal saat seorang pria jangkung menjulang di atasnya. Panas terpancar

dengan suara rendah dan mengejek. "Menikah tapi masih berkeliaran di hotel

elnya-suaminya, Liam Watson, berbaring di atas tempat tidur bersama Jordyn Moore, adik ti

kap basah keduanya. Namun, sebelum dia menemukan ruangan yang tepa

bahunya dan melemparkannya ke atas ranjang. Dia melepaskan dasinya dengan satu gerakan cepat, kemudian menjepit pergela

ti sudah berpengalaman, kan?" ejeknya sambil

a, tapi kata-kata itu tertelan kembali bahkan sebelum lolos dari mulutn

alanya. Panas membanjiri dadanya-amarah yang

jam dan tanpa ampun, seolah-olah tulangnya akan patah. Dia menggigit bibirny

brutal-oleh seorang pria yang wajahnya

.

el membangunkan Cathryn dari tidurnya. Dia meraba-

lekgan. Ini mendesak, tolong segera d

suara berat dan mengejek. "Apa suamimu ya

emakainya dengan panik. Wajahnya tetap suram sambil bergumam lir

ih dari sekadar balas dend

tempat tidur, bibirnya menyeringai. "Kam

ikah, tapi masih saja bercinta seperti pelacur, dan sekarang wanita

Setiap pikirannya dipenuhi oleh ibunya. Tanpa melir

kan yang ragu-ragu. "Pak Andrew," panggil se

yang berdenyut, efek alkohol tadi malam masih mem

angguk cepat, tampak ketakutan

nerpanya. Dia adalah pemimpin bisnis kerajaan keuangan paling tangguh di Kota Olekgan. Dan dia mengendalikan Antaford, perus

tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Dia berasumsi itu berarti wanita itu pengalaman-sangat berpengalaman. Sikapnya tadi yang tenang da

knya, atau mengapa neneknya memilih untuk mendorong wanita itu ke atas ranjang

di mana noda merah mencolok tampak jelas di sana. Bu

u sebelum dia pergi. Kalau wanita itu masih perawan-dirinya benar-bena

.

si dan melaju menuju

bergandengan tangan dengan Liam, berjalan men

a perih. "Sejak ka

a," ucapnya, suaranya dipenuhi rasa puas. "Saat itu, suamimu pertama kali datang ke tempa

a di lorong, t

ah ada seseorang yang menyiramkan see

i bahwa Liam telah mengkhianatinya pada malam pernikahan mereka dengan Jordyn. Semua alasan yang pernah dia buat untuk pria itu-malam-malamnya yang larut

Dia seharusnya menyadarinya. Jordyn selalu senang mencuri apa pun

kosong tanpa emosi, "Cathryn, ayo kita berc

itusukkan langsung ke dadanya. Tiga tahun kesetiaan, tiga tahun

yn. "Liam, apa kamu benar-benar b

tis, keluarga ibunya kaya, dan dia

tri keluarga kaya? Begitu ibumu tiada, kamu bukan apa-apa-hany

ercayaan tampak jelas di wajahnya. "O

orang lain merinding. "Kalau kamu berlari sekarang, kamu mungki

ah, dia berlari cepat menyusuri l

i pergelangan tangannya yang dia buat sendiri." Dengan setiap suku kata,

a. "Ibuku dalam keadaan linglung selama bertahun-tahun. Dia hampir tidak bisa

at dilarikan ke rumah sakit,"

elinglungan selama bertahun-tahun-bagaimana mungkin ibunya t

dar santai pada kusen, sedangk

ibumu. Dikatakan bahwa dia bunuh diri, dan kamu dengan sukarela melepaskan klaim apa pun atas asetnya. Ayah b

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
“Selama tiga tahun, Cathryn dan suaminya, Liam, hidup dalam pernikahan tanpa hubungan intim. Cathryn percaya bahwa Liam sibuk dalam pekerjaannya demi masa depan mereka. Namun, pada hari ibunya meninggal, Cathryn mengetahui kebenarannya. Liam berselingkuh dengan adik tirinya sejak malam pernikahan mereka. Cathryn kehilangan semua harapan dan mengajukan gugatan cerai. Orang-orang mencemooh, mengatakan dia akan kembali sambil memohon dan merangkak. Namun, yang terjadi adalah mereka melihat Liam berlutut di tengah hujan. Ketika seorang wartawan bertanya tentang kemungkinan rujuk, Cathryn hanya mengangkat bahu. "Dia tidak punya harga diri, hanya menempel pada orang yang tidak mencintainya." Seorang taipan berkuasa merangkul Cathryn dengan protektif. "Siapa pun yang menginginkan istriku harus berhadapan denganku."”