“Keira hancur lebur. Seminggu sebelum hari pernikahannya, ia harus menanggung malu tak terperi: tunangannya, Adnan, telah menghamili wanita lain. Ironisnya, semua ini terjadi karena Keira berpegangan teguh pada prinsipnya untuk menjalani hubungan yang sehat-tanpa hubungan intim sebelum menikah. Kini, reputasinya sebagai "gadis baik-baik" seolah menjadi bumerang yang mempecundangi dirinya. Merasa sakit hati dan harga dirinya terinjak-injak, Keira mengambil keputusan ekstrem. Ia menikahi Dion, seorang pria yang bersedia menikahinya atas dasar kontrak. Jika pasangan menikah kontrak lain menghindari sentuhan fisik, Keira justru sebaliknya. Ia bertekad bulat untuk menyerahkan mahkota (keperawanannya) kepada suaminya. Keira ingin membuktikan-terutama pada dirinya sendiri dan Adnan-bahwa ia tidak lagi takut pada sentuhan dan siap melangkah maju, bahkan jika itu harus dilakukan dengan cara yang gegabah. Namun, rencananya tidak berjalan mulus. Meskipun Keira menunjukkan sisi dirinya yang seksi dan agresif, Dion tampak tidak bergairah dan dingin terhadapnya. Apakah keputusan Keira untuk menikah hanya demi melepaskan keperawanannya adalah cara yang tepat untuk menyembuhkan luka hatinya akibat dikhianati? Bagaimana nasib akhir pernikahan kontrak yang didasari dendam dan sakit hati ini?”