“Selama lima tahun, aku adalah tunangan Adipati Wiratama. Selama lima tahun, kakak-kakakku akhirnya memperlakukanku seperti adik yang mereka sayangi. Lalu kembaranku, Hapsari-yang meninggalkannya di depan penghulu-kembali dengan cerita kanker palsu. Dalam lima menit, Adipati menikahinya. Mereka percaya setiap kebohongannya. Saat dia mencoba meracuniku dengan laba-laba berbisa, mereka menyebutku berlebihan. Saat dia memfitnahku merusak pestanya, kakak-kakakku mencambukku sampai berdarah. Mereka menyebutku pengganti tak berharga, pajangan dengan wajahnya. Puncaknya adalah saat mereka mengikatku dengan tali dan membiarkanku tergantung di tepi jurang untuk mati. Tapi aku tidak mati. Aku memanjat kembali, memalsukan kematianku, dan menghilang. Mereka menginginkan hantu. Aku memutuskan untuk memberi mereka satu.”