icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kupu-Kupu Kertas

Bab 3 Chapter 3

Jumlah Kata:2077    |    Dirilis Pada: 09/12/2021

rlari ke arah pintu. Herannya tidak ada seorang pun yang menahannya. Mereka semua malah tertawa. Padahal tidak ada hal lucu yang perlu mereka tertawakan. Den

a, setelah salah seorang pengawal si ibu menor mengeluarkan serenceng kunci. Saat pintu dibuka dan Bu Fatma keluar, Mayang ikut menghambur ke arah pintu. Namun usahanya sia-sia. Secepat pintu dibuka, secepat

saya adalah pemilikmu. Bahasa gampangnya adalah mucikarimu. Panggil saja saya dengan sebutan Mami Elsye." Wanita m

a penghibur lainnya. Khusus hari ini kamu boleh libur. Karena hari ini kamu akan ditatar khusus ol

g panik. Ia memutar-mutar gagang pintu sekuat tenaga. Ia tidak mempedulikan kata-kata Ma

ng, kurung dia di ruang khusus sampai dia menyerah. Ingat, jangan beri dia apapun

i dari sang pengawal. Sang pengawal yang marah, membopongnya di punggung seperti sekarung beras. Mayang yang tidak mau menyerah, memukuli punggung si pengawal. Ia berteriak, memukul sembarang, hingga menggigit keras tangan si pengawal. Si pengawal yang kesakitan menurunkan Mayang dari punggungnya. Seba

ndungannya nanti saat ia harus bekerja? Senaif-naifnya dirinya, ia tahu akan dijadikan apa ia di sini. Namun teriakannya sia-sia. Mami Elsye dan dua orang pengawalnya telah pergi. Meninggalkannya di apar

enghempaskan kepala Mayang hingga ke sisi kanan. Seketika Mayang merasa kepalanya mendadak ringan. Detik beri

*

10 Janu

u-kupu kertasnya banyak mendapat bookingan. Mami Elsye bahkan tidak malu-malu menjemur gigi, sambil membuat gerakan mengipas-ngipas dengan lembaran uang. Mami Elsye puas karena anak didiknya laris manis semua. Mayang geram. Mereka semua yang sibuk bekerja tanpa kenal malu apalagi le

Elsye meliriknya sesaat. Namun germo keparat itu tidak menanggapi pertan

skan tangan. Tanpa mempedulikan Mayang lagi, Mami Elsye berjalan menghampiri seorang pemuda gagah tattoan yang baru masuk ke dalam club. Wal

mi Elsye nekad. Ia sudah terlalu lama dimanfaat

bas saya ini." Kalimat Mayang sukses membuat Mami Elsye menyurutkan lan

kamu bilang? Coba ulangi

kan ekspresi Mami Elsye yang mendadak berubah beringas. Terlalu lam

, tepat setelah dua tahun saya berada di sini, saya baru mampu mengumpulkan uang sejumlah yang Mami minta. Uang simpanan saya tersebut, tadi sudah saya berik

inggal di apartemen, ia telah dipaksa bekerja. Akibatny

olak bekerja, Abdul dan Jaya akan mengurungnya di ruangan khusus dan membiarkannya kelaparan. Kedua pengawal Mami Elsye tersebut juga tidak segan-segan memukuliny

mu-tamu club oleh Mami Elsye, yang letaknya tidak jauh dari apartemen. Mayang sadar. Tanpa membayar, mustahil ia bisa keluar dari pekerjaannya ini. Oleh karena itulah, siang dan malam ia terus bekerja. Ia menyisihkan 5 juta rupiah setiap b

p bulan. Kalikan 2 tahun. Jadi kamu harus membayar membayar sejumlah 240 juta lagi kalau

p bulan? Dasar g

aham. Betapa ia putus harapan sekarang. Kemarin ia telah membusungkan dada dengan gembira. Berharap agar ia bisa sec

a! Sekarang kita sudahi omong kosong ini, dan kembalilah bekerja. Nanti malam pasti akan ramai. Banyak pejabat-pejabat dari luar kota yang meeting di Jakarta hari i

ak takut. Toh saya memang sudah mati sejak dua tahun lalu," tantang Mayang nekad. Ia sudah tidak m

ng-gadang sukses di ibukota mati dengan nista. Mati dalam profesi sebagai pelacu*. Tega kamu melemparkan setumpuk kotoran di wajah kedua orang tuamu? Lantas, mau jadi

nggi. Kecantikan Mayang menguras emosi laki-laki. Mayang tampak rapuh sekaligus menggairahkan. Perpaduan mematikannya selalu tidak pernah gagal dalam menjerat pelanggan. Hati laki-laki mana yang tidak bergetar melihat sendunya ai

a sanggup melakukan apapun demi keluarganya. Membawa-bawa nama keluarganya dalam masalah mereka, membuat Mayang kalap. Dengan membabi buta ia menjambak rambut panjang Mami E

yumpahi ayah saya? Siapa?" Mayang yang kalap memukuli Mami Elsye yang terlentang di bawah tubuhnya. Namun aksinya tidak bertahan lama. Abdul da

n Jaya. Lihat, apa kamu besok masih bisa berdiri? Dasar lont* sialan!" Mami Elsye menyempatkan me

ngan mata yang sudah tertutup separuh karena bengkak, Mayang memandang si pemi

kirimkan. Uangnya sudah Mami siapkan kok." Mami Elsye buru-buru menghadap Xander. Anak Axel ini memang tidak banyak bicara. Karena it

mi Elsye tercekat. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Xander akan memberi Mayang kebebasan. Padahal tadi

sekarang telinganya berusaha ia buka lebar-lebar. Tadi telingan

knya dengan cepat berputar. Berusaha mencari a

r 240 juta rupiah bukan? Tagihan Anda adalah 250 juta. Ambil sepuluh juta kembaliannya. Dan urusan A

lidah. Masalahnya ia tidak berani membantah Xander. Bukan rahasia umum lagi, kalau anak sulung Axel ini bahkan lebih sadis dari papanya. Sudahlah, ia r

mu kembali ke kampung, itu artinya kamu mengotori kampungmu dengan segala kekotoranmu. B

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kupu-Kupu Kertas
Kupu-Kupu Kertas
“Mayang Kania Putri, kehilangan masa depannya pada usia 17 tahun. Ia hamil dan ditinggalkan Mahesa Heryanto, mahasiswa yang tengah magang di kampungnya. Di hari yang sama, Nawasena Sudirja, pemuda sederhana yang telah lama menyukainya, melamarnya. Dengan terpaksa, Mayang menolak lamaran sang pemuda dengan kata-kata yang menyakitkan. Mayang belia yang kebingungan, menyusul Mahesa ke ibukota untuk meminta tanggung jawab. Alih-alih dinikahi, ternyata Mahesa telah lebih dulu menikahi anak atasan ayahnya. Mayang belia yang terlunta-lunta di ibukota, dijual oleh seorang mucikari ke rumah pelacuran. Sembilan tahun kemudian, Mayang kembali bertemu dengan Sena yang kini telah sukses menjadi seorang pengusaha. Sementara Mayang tengah berjuang kembali ke jalan yang benar. "Sudah, kamu tidak usah pura-pura memprospek nasabah kalau ujung-ujung kamu cuma ingin menjual aset bawah tubuhmu. Kelamaan. Berapa tarifmu perjam? Akan saya bayar sepuluh kali lipat akibat prospekanmu yang saya gagalkan. Saya sekarang sudah kaya. Saya bukan saja sanggup membayarmu sekarang. Membeli harga dirimu pun saja mampu!" -Nawasena Sudirja- "Di dunia ini tidak ada seorang perempuan pun yang bercita-cita ingin menjadi seorang lont*. Jadi simpan saja penghakiman Anda atas diri saya. Anda bukan Tuhan. Satu hal yang harus Anda tau, bahwa seorang lonte* pun punya hak untuk bertobat bukan?" -Mayang Kania Putri-”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Chapter 1112 Bab 12 Chapter 1213 Bab 13 Chapter 14 Bab 14 Chapter 1415 Bab 15 Chapter 1516 Bab 16 Chapter 1617 Bab 17 Chapter 1718 Bab 18 Chapter 1819 Bab 19 Chapter 1920 Bab 20 Chapter 2021 Bab 21 Chapter 2122 Bab 22 Chapter 2223 Bab 23 Chapter 2324 Bab 24 Chapter 2425 Bab 25 Chapter 2426 Bab 26 Chapter 2627 Bab 27 Chapter 2728 Bab 28 Chapter 2829 Bab 29 Chapter 2930 Bab 30 Chapter 3031 Bab 31 Chapter 3132 Bab 32 Chapter 3233 Bab 33 Chapter 3334 Bab 34 Chapter 3435 Bab 35 Chapter 3536 Bab 36 Chapter 3637 Bab 37 Chapter 3738 Bab 38 Chapter 3839 Bab 39 Chapter 3940 Bab 40 Chapter 4041 Bab 41 Chapter 4142 Bab 42 Chapter 4243 Bab 43 Chapter 4344 Bab 44 Chapter 4445 Bab 45 Chapter 4546 Bab 46 Extra Part