icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pacar yang Tak Pernah Punya Waktu untukku

Bab 16 Mereka tampak seperti pasangan biasa

Jumlah Kata:2047    |    Dirilis Pada: 09/11/2025

kopi panggang dan roti manis dari kafe-kafe di sisi jalan. Elara berjalan dengan langkah ringan, membawa tas kulit k

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pacar yang Tak Pernah Punya Waktu untukku
Pacar yang Tak Pernah Punya Waktu untukku
“Dulu, Elara dan Kiano adalah dua orang asing yang dipertemukan oleh sebuah perjodohan mendadak. Tidak ada cinta, hanya kewajiban keluarga yang menuntut mereka menikah. Hari-hari mereka dipenuhi pertengkaran kecil, saling sindir, dan tatapan dingin. Saling membenci adalah satu-satunya bahasa yang mereka pahami, hingga akhirnya perceraian datang sebagai pelepas dari semua beban itu. Elara pergi, membawa luka dan rasa kecewa. Kiano tetap dengan dunia yang sepi dan dingin, mencoba menutupi amarahnya dengan kesibukan yang padat. Lima tahun berlalu. Suatu hari, takdir mempertemukan mereka kembali-bukan di hadapan keluarga, bukan di acara resmi, tapi di sebuah proyek pekerjaan yang memaksa mereka bekerja sama. Elara menatap Kiano dengan campuran rasa ingin marah dan penasaran. Kiano, di sisi lain, tak bisa menahan rasa getir melihat senyum Elara yang kini lebih dewasa, lebih menenangkan, tapi tetap memicu amarahnya. Awal pertemuan mereka penuh ketegangan. Sindiran lama muncul lagi, canggung seperti musik yang salah nada. Namun, seiring waktu, mereka mulai melihat sisi lain dari satu sama lain-sisi yang dulu tersembunyi di balik kebencian. Elara menemukan Kiano ternyata bukan sekadar pria dingin seperti yang ia ingat; ada ketulusan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Kiano mulai menyadari, bahwa Elara bukan hanya wanita pemberontak dan keras kepala, tapi juga sosok yang mampu memahami dirinya lebih dari siapa pun. Pertemuan demi pertemuan, konflik demi konflik, lambat laun menumbuhkan sesuatu yang tak pernah mereka duga: rasa rindu, rasa peduli, dan-tanpa mereka sadari-benih cinta yang mulai tumbuh dari abu kebencian lama. Kini, Elara dan Kiano harus menghadapi pertanyaan yang lebih sulit daripada perceraian mereka dulu: apakah mereka cukup berani membuka hati untuk cinta yang baru, ataukah kebencian lama akan kembali menguasai mereka?”
1 Bab 1 terganggu setiap kali dia tersenyum sinis2 Bab 2 kekacauan hidupnya3 Bab 3 perlu menghadirinya bersama4 Bab 4 keluarga5 Bab 5 bukan tentang pekerjaan biasa6 Bab 6 kegembiraan7 Bab 7 pernikahan masa depan8 Bab 8 menenangkan diri sebelum rapat mendadak9 Bab 9 Rasa penasaran dan khawatir10 Bab 10 mereka akan menghadapi tekanan keluarga11 Bab 11 Rumah sakit telah digantikan12 Bab 12 Datang besok jam 10 pagi13 Bab 13 beban hati14 Bab 14 meninggalkan Jakarta15 Bab 15 kerja sama16 Bab 16 Mereka tampak seperti pasangan biasa17 Bab 17 studio besar18 Bab 18 menerima tawaran19 Bab 19 memiliki reputasi keras kepala20 Bab 20 investor kaya21 Bab 21 menghantuinya22 Bab 22 mereka tidak main-main23 Bab 23 dipercaya24 Bab 24 berbeda dengan kemewahan di atas