icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pacar yang Tak Pernah Punya Waktu untukku

Bab 4 keluarga

Jumlah Kata:1818    |    Dirilis Pada: 09/11/2025

gin membuat pikirannya kacau. Lima tahun berlalu, dan kini, hadirnya Kiano di kehidupannya bukan sekadar rekan kerja, t

ibunya men

. Datanglah ke rumah sekarang," suara ibu terde

hujan, lalu membalas dengan suara

embuat hatinya bergetar, antara ragu dan penasaran. Ia tahu, hari ini akan menjadi ujian baru-buka

a. Ibunya duduk di ruang tamu, wajahnya tegang, tanga

enatap ibunya.

semakin dekat. Aku hanya ingin kau berhati-hati. Aku tahu ma

Bu, aku sudah dewasa. Aku bisa menilai perasaanku sendiri. Kiano bukan sepe

napas. "Aku hanya ingin kau bahagia. Tapi

h. "Aku mengerti, Bu. Aku akan hati-ha

Kiano menatapnya saat ia masuk ke ruang meeting. Ada perta

ik saja?" ta

Ya, hanya masalah keluarga. Ibu

erti. Kita akan hadapi ini bersama, Elara

. Ia mulai menyadari, Kiano bukan hanya rekan kerja-ia bisa menjadi

haan mengalami gangguan besar, mengancam proyek penting yang seda

berserakan, monitor menyala dengan tand

n data. Jika tidak, proyek i

lakukan langkah demi langkah. Aku bantu mengatur p

n yang samar di antara mereka. Sesekali, Kiano menyentuh tangan Elara untuk menunjukkan ba

l pulih, mereka duduk di lantai r

" kata Elara, t

"Kau hebat, Elara. Tanpa kamu, aku

di dadanya. "Kau juga hebat. Aku mulai menyadari

is. "Aku juga merasakannya. Aku ingin men

u yang dalam. Ia mulai menyadari: Kiano bukan lagi pria dingin dan menak

kshop dengan klien besar dari luar negeri. Elara

lah satu perangkat presentasi rusak, m

"Kita tidak bisa menyelesa

. Kita gunakan ini." Ia menekan beberapa tomb

an lancar, bahkan lebih impresif dari rencana awal. Kekompakan mer

luar gedung, hujan tipis turun ke

lagi. Aku ingin kita mencoba dari hati, bukan h

cepat. "Aku juga ingin... tapi aku t

, lembut. "Kita hadapi bers

g. Ada niat, keberanian, dan rasa tulus di dalamnya. Ia menggenggam tan

sebar di kantor. Beberapa rekan mulai berspekulasi, beberapa menatap mere

suk lift. "Rumor... aku tidak ingi

ta tetap profesional, tapi kita tidak bisa menyembunyikan d

reruntuhan masa lalu kini semakin nyata. Ia menatap Kiano, tersenyum tipis, dan merasa

mereka nyaris bersentuhan, dan senyum tipis mengandung janji: kali ini, mereka akan mencoba dari ha

erhana namun berarti: satu sama lain. perasaan lega, harapan baru, dan rasa ya

k dari klien besar yang menuntut revisi mendadak. Jantungnya berdegup cepat; tenggat

anganku sebentar?" suara Elar

ekspresi serius. "Ada masalah?" tanyanya sing

uk klien besar. Mereka ingin pendekatan yang sama s

ta bisa atasi ini. Bersama." Suaranya lembut, t

kreatif, sementara Kiano menata data dan analisis. Waktu

asa di udara, tapi bukan ketegangan yang membuat hati sakit. Ini ketegang

ngnya berdegup lebih cepat. "Kau selalu tena

u hanya ingin kita tetap fokus. Aku

ang dingin dan menakutkan. Ia bisa menjadi pendukung, p

masih bekerja, lampu kantor menyala lembut, hanya ada

n kau tahu... aku tidak akan membiarkanmu mengha

ku... aku juga ingin mencoba, Kiano

a dengan lembut. "Tidak apa-apa takut. Tapi

kit lega. Kali ini, ia tahu, mereka bisa mengatasi masalah b

an Kiano harus mempresentasikan strategi baru secara langsun

nya. Ia menatap Kiano sekilas, dan menemukan mata pria itu menatapnya

bersama," gumamn

pi, saling menutupi kelemahan masing-masing. Klien terpukau

tepuk tangan hangat. Elara menatap Kiano, t

ngembang di wajahnya. "Kita selal

l di Jakarta secara mendadak. Mereka ingin bertemu Elara, u

ia memberi kabar. "Kelu

k mengetahui siapa kau sebenarnya. Aku ingin kau tetap

pur aduk antara gugup dan penasa

dan dipenuhi aroma makanan tradisional. Elara masuk dengan perasaan

a hingga ujung kaki. "Elara, kami senang akhirnya bisa bertemu denganm

n tenang. "Saya serius. Saya menghargai Kiano, dan saya ingin menjalin hubung

ku senang mendengarnya. Tapi ingat, hubungan bukan hanya tenta

p. "Saya siap. Saya in

gguk pelan. "Baiklah. Kita lihat apakah kau bena

ujan tipis menyambut mereka. Keduanya diam sejenak, menikmati u

no lembut. "Kau menghadapi s

cewakanmu. Tapi... ini tidak mudah, Kiano. Keluarg

lalu ada di sisimu. Tidak ada yang bisa m

ulai menerima kenyataan: meski masa lalu penuh luka, masa depan kini bisa mereka

kota Jakarta yang berkilau. Lampu jalan, mobil yang melin

natap mata Kiano. "Dari kebencian, masa lalu yan

ut. "Dan kita akan melewati

enyum, menatap langit malam, dan merasakan sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya: har

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pacar yang Tak Pernah Punya Waktu untukku
Pacar yang Tak Pernah Punya Waktu untukku
“Dulu, Elara dan Kiano adalah dua orang asing yang dipertemukan oleh sebuah perjodohan mendadak. Tidak ada cinta, hanya kewajiban keluarga yang menuntut mereka menikah. Hari-hari mereka dipenuhi pertengkaran kecil, saling sindir, dan tatapan dingin. Saling membenci adalah satu-satunya bahasa yang mereka pahami, hingga akhirnya perceraian datang sebagai pelepas dari semua beban itu. Elara pergi, membawa luka dan rasa kecewa. Kiano tetap dengan dunia yang sepi dan dingin, mencoba menutupi amarahnya dengan kesibukan yang padat. Lima tahun berlalu. Suatu hari, takdir mempertemukan mereka kembali-bukan di hadapan keluarga, bukan di acara resmi, tapi di sebuah proyek pekerjaan yang memaksa mereka bekerja sama. Elara menatap Kiano dengan campuran rasa ingin marah dan penasaran. Kiano, di sisi lain, tak bisa menahan rasa getir melihat senyum Elara yang kini lebih dewasa, lebih menenangkan, tapi tetap memicu amarahnya. Awal pertemuan mereka penuh ketegangan. Sindiran lama muncul lagi, canggung seperti musik yang salah nada. Namun, seiring waktu, mereka mulai melihat sisi lain dari satu sama lain-sisi yang dulu tersembunyi di balik kebencian. Elara menemukan Kiano ternyata bukan sekadar pria dingin seperti yang ia ingat; ada ketulusan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Kiano mulai menyadari, bahwa Elara bukan hanya wanita pemberontak dan keras kepala, tapi juga sosok yang mampu memahami dirinya lebih dari siapa pun. Pertemuan demi pertemuan, konflik demi konflik, lambat laun menumbuhkan sesuatu yang tak pernah mereka duga: rasa rindu, rasa peduli, dan-tanpa mereka sadari-benih cinta yang mulai tumbuh dari abu kebencian lama. Kini, Elara dan Kiano harus menghadapi pertanyaan yang lebih sulit daripada perceraian mereka dulu: apakah mereka cukup berani membuka hati untuk cinta yang baru, ataukah kebencian lama akan kembali menguasai mereka?”
1 Bab 1 terganggu setiap kali dia tersenyum sinis2 Bab 2 kekacauan hidupnya3 Bab 3 perlu menghadirinya bersama4 Bab 4 keluarga5 Bab 5 bukan tentang pekerjaan biasa6 Bab 6 kegembiraan7 Bab 7 pernikahan masa depan8 Bab 8 menenangkan diri sebelum rapat mendadak9 Bab 9 Rasa penasaran dan khawatir10 Bab 10 mereka akan menghadapi tekanan keluarga11 Bab 11 Rumah sakit telah digantikan12 Bab 12 Datang besok jam 10 pagi13 Bab 13 beban hati14 Bab 14 meninggalkan Jakarta15 Bab 15 kerja sama16 Bab 16 Mereka tampak seperti pasangan biasa17 Bab 17 studio besar18 Bab 18 menerima tawaran19 Bab 19 memiliki reputasi keras kepala20 Bab 20 investor kaya21 Bab 21 menghantuinya22 Bab 22 mereka tidak main-main23 Bab 23 dipercaya24 Bab 24 berbeda dengan kemewahan di atas