icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Neraka di Matanya, Surga dalam Ciumannya

Bab 3 Dia Benar-Benar Sulit

Jumlah Kata:1018    |    Dirilis Pada: 07/11/2025

menyelimuti kota de

wajahnya yang tegang. Brenden tidak mengirim satu pun kabar terbaru tentang pengamb

. Apa sebenarnya yang ditunggunya? Apakah dia ingi

rumit dan gegabah tadi malam

i, tetapi rasa cemas

lah diterima sebagai pekerja magang. Membuat Brenden, bosnya, m

henti memikirkan kembali fragmen-fragmen protokol

untuk menenangkan dirinya, bahkan mema

seluruh masa depannya di Apex Group tergantu

annya tadi malam-mabuk dan gegabah. Kalaupun dia

lam rasa pasrah yang mati rasa. Akhirnya, langkah kaki tajam bergema di lan

eliaran di jam segini?" Suara Brenden yang riang mengiris lob

tenangan dalam suaranya. "Tuan Saun

lisnya, dia bertanya, "Kau

dia belum me

yang sopan, tetapi Brenden memotongnya, nadanya t

lalu tampil begitu manis dan lembut-setiap bagian dari kecantikannya yang lembut-namun pada kenyat

g saja setelah retret? Untuk apa

ntak Gabriela sambil mengatupkan rahangnya seb

karyawannya dengan baik, tetapi bagaim

engar dari lorong. Gabriela berbalik dan mendapati dirinya berhadapan langsung dengan

pu langit-langit-sebuah karya seni yang hidup dan bernapas. Tak ada senyum sombong yang d

i di sana, Wesley entah bagaimana telah meningkatka

geli melihat betapa Gabri

a yang tak tertandingi. Bahkan Gabriela-si cantik yang paling acu

nyadarkan Gabriela

ang. Dan di sanalah dia, menatapnya tanpa malu-malu bagaikan seorang

ntrasi-mengambil barang-barangnya dari

mbali ke Brenden. "Tuan Sau

ata lainnya, suara Wesley memecah k

tahu lebih baik daripada berdebat. Dia mengangguk kaku p

ley, sarafnya berdebar kencang hingga dia hampir tidak b

yang dingin membuatnya bertanya-tanya apakah

a melihat pacarnya yang menelepon, dia mengucapkan selamat tinggal dengan riang

en. Dia masuk ke dalam mobil, la

engembuskan napas, rasa lega membanjiri dirin

tu kuat, dia hampir t

telah bergeser turun. Matanya yang gelap dan penuh

Gabriela menjawab, "Oh, say

ampak di wajah

idak terpikirkan. Dia cepat-cepat menggelengkan kepalanya, tangannya terangkat

nding. Dia hampir tak bernapas saat membuka pintu mobil, dan langsung menuju kursi belakang-

ingan, dingin dan setajam silet. "Apakah saya terli

kencang. Dalam keadaan bingung, Gabriela segera meninggalkan kursi belakang dan duduk

ajah Wesley tetap dingin, rahangnya terkatu

at hingga buku-buku jarinya memucat;

ini, Gabriela menyadari bahwa dia benar-benar sulit di

eputusan: mulai sekarang

endak mengatakan sesuatu, tetapi setelah ragu sej

mobil, ekspresi dingin dan ji

na frustrasi dan rasa sa

tidak pernah meminta tumpangan padanya, jad

ngkelannya memuncak-karena saat itu, dia melihat

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Neraka di Matanya, Surga dalam Ciumannya
Neraka di Matanya, Surga dalam Ciumannya
“Gabriela mengetahui bahwa pacarnya telah berselingkuh dan menganggapnya sebagai wanita murahan, sehingga dia melarikan diri dari rasa sakit hatinya dengan petualangan nekat. Pada suatu malam yang gelap dan menggoda, dia berada di atas tempat tidur bersama pria asing, lalu menyelinap pergi saat fajar. Dia yakin bahwa dia telah menghabiskan satu malam dengan seorang playboy terkenal. Dia berdoa agar tidak pernah bertemu dengan pria itu lagi. Namun, pria di balik selimut itu sebenarnya adalah Wesley, seorang CEO bersifat dingin, berwibawa, dan tak tergoyahkan, yang merupakan atasannya. Berpikir hati Gabriela menyukai pria lain, Wesley kembali ke kantor dengan tenang, tapi setiap senyum sopannya menyembunyikan gelombang cemburu posesif yang mendalam.”