icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia

Bab 6 

Jumlah Kata:512    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

andang

u yang lain-setiap buku, setiap pernak-pernik, setiap potong pakaian yang pernah dibelikan Dante-aku pilah ke dalam kotak-kotak. Aku menelepon sebuah perusahaan rahasia ya

ih awal. Dia menemukanku di kamarku, yang sudah kosong melompong, ta

ding telanjang, secercah sesuatu yang tidak te

ni?" t

, suaraku datar. "Aku menyumbangka

dak mendesak. Dia tampak terganggu, g

," katanya. Itu bukan undangan

n ada di sana. Untuk mengucap

ksudku selamat tinggal pada masa kecilku, pada posisiku sebagai

g dia katakan sebelum berbalik d

barnya. Dante tersenyum, pemandangan langka dan berharga. Dante tidur di kursi kerjanya.

a. Aku menggambar pria dari foto pertunangan. Dante berdiri di samping Isabella, mahkota di kepalanya dan

sebuah tulisan sederhana: Semog

erti menutu

tahunnya, malam sebelum kebeb

melewati ambang pintu yang sudah bertahun-tahun tidak dia masuki. Matanya tidak

" gumamnya

gin. Dia mengira ak

ukku, cengkeramannya putus asa. Dia membena

karena penderitaan. "Kenapa kau tidak

a menelusuri tulang pipiku, hantu kelembutan yang terlupak

ia men

lahir dari kebencian diri dan penyesalan. Rasanya seperti minuman keras mahal d

rku. Itu adalah sebuah pelanggaran. Sebuah tindakan penodaan di atas altar cintaku yang telah mati.

abe

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia
Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia
“Saat aku berumur delapan tahun, Dante Adiwangsa menarikku keluar dari api yang membunuh keluargaku. Selama sepuluh tahun, bos kejahatan yang berkuasa itu adalah pelindungku, tuhanku. Lalu, dia mengumumkan pertunangannya dengan wanita lain untuk menyatukan dua kerajaan kriminal. Dia membawa wanita itu pulang dan menobatkannya sebagai nyonya masa depan keluarga Adiwangsa. Di depan semua orang, tunangannya itu memasangkan kalung logam murahan di leherku, menyebutku 'peliharaan' mereka. Dante tahu aku alergi. Dia hanya menonton, matanya sedingin es, dan menyuruhku untuk menerimanya. Malam itu, aku mendengarkan dari balik dinding saat dia membawa wanita itu ke tempat tidurnya. Aku akhirnya mengerti, janji yang dia buat padaku saat aku kecil adalah kebohongan. Aku bukan keluarganya. Aku adalah propertinya. Setelah satu dekade pengabdian, cintaku padanya akhirnya berubah menjadi abu. Jadi di hari ulang tahunnya, hari di mana dia merayakan masa depan barunya, aku berjalan keluar dari sangkar emasnya untuk selamanya. Sebuah jet pribadi sudah menunggu untuk membawaku kepada ayah kandungku-musuh terbesarnya.”