icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Murka Istri, Dinasti Luluh Lantak

Bab 4 

Jumlah Kata:804    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

dang Aira

menyengat. Isak tangis Kayla terbawa angin, permohonan tipis dan

elangkah lebih dekat, matanya menyala dengan api dingin yang belum pernah kulihat dit

ang tajam dan jahat yang selalu kuikatkan di pahaku. "Kau membawa selingkuhanmu yang h

hernya, tepat di atas arteri karotis yang berdenyut. Dia bahkan tidak bergeming.

i kulitnya. Darah itu mengalir di lehernya, jejak merah mencolok di a

ku dekat dengan telinganya. "Apa kau ingat saudara-saudara kita yang gugur? Darah yang kita t

ci padaku, dan di kedalamannya, aku melihat secercah pria

u adalah langkah yang diperhitungkan, upaya untuk menjangkau wani

i," desahku, menekan pisa

an amarah, tetapi dengan otoritas yang

ng telah merenggut putra kami. Aku ingat Bramantyo, setelah serangan itu, memaksaku makan, sendok demi sendok, ketika aku kehilangan keinginan untuk hidup. Dia telah duduk di samping

lah be

Pisau itu berdentang di beton basah dermaga. Kekuatanku

ya sepenuhnya pada gadis itu. "Tidak apa-apa, Kayla," p

Aku hanya menggelengkan kepala, memberi mereka anggukan izin kecil. Aku telah

a melompat ke pelukan Bramantyo, menangis histeris. Dia mem

. "Dia mencoba membunuh bayi kita, Bramantyo!" pekiknya, menunjuk jari geme

ku, ekspresinya mengeras menjadi

enyelimuti wajahnya. Dia merapikan rambut Kayla dari wajahnya. "Ssst, sekarang,"

ahkan aku tertegun oleh kekejamannya yang biasa saj

dia memegang raja, padahal kenyataannya, dia hanyalah bidak lain di papan catur Bramantyo. Dia pikir seorang anak adalah mahkotanya,

Matanya memutar ke belakang, dan di

dan menatapku, tatapannya tidak terbaca. Dia melewatiku tanpa sepatah kata pun, surat-surat cerai di atas peti berkibar ditiup

mencintaiku, tetapi karena dia tidak mampu. Seorang r

l. Itu adalah sebuah foto. Liontin perak kecil yang kubuat untuk putra kami, yang kusimpan di kotak kenangan di vila

ya padaku. Dia bilang sudah waktunya untuk m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Murka Istri, Dinasti Luluh Lantak
Murka Istri, Dinasti Luluh Lantak
“Di hari peringatan kematian putra kami, aku menemukan suamiku di vila suci kami bersama selingkuhannya yang sedang hamil. Dia mengirimiku undangan pernikahan mereka, bersama dengan rekaman suara saat dia menyebutku "ternoda" karena trauma yang merenggut nyawa putra kami. Dia mengaku telah diam-diam membuatku mandul demi mendapatkan pewaris yang "murni". Dia pikir dia sedang memulai sebuah dinasti baru. Aku memutuskan untuk menghadiri pernikahan itu dan membakar dinastinya hingga menjadi abu.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10