icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dikhianati oleh Alpha-ku, Bangkit sebagai Luna

Bab 10 

Jumlah Kata:440    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

ANG LUCIAN

gannya, dan mendengarkan keluhannya yang tak ada habisnya tentang kualitas seprai. Tapi pikiranku ada di t

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dikhianati oleh Alpha-ku, Bangkit sebagai Luna
Dikhianati oleh Alpha-ku, Bangkit sebagai Luna
“Aku adalah pasangan takdir sang Alpha, yang dipilihkan untuknya oleh Dewi Bulan. Bertahun-tahun aku mencintainya dalam diam, yakin bahwa dia akhirnya akan mengumumkanku sebagai Luna-nya di upacara Kenaikan kawanan. Namun, dia malah berdiri di atas panggung dan memperkenalkan wanita lain. Aku baru tahu dia telah menggunakan darahku sendiri dalam sebuah ritual rahasia untuk mengikat dirinya pada wanita itu, sebuah pernikahan politik yang telah dia rencanakan selama berbulan-bulan sambil membisikkan janji-janji manis kepadaku dalam kegelapan. Di depan seluruh kawanan kami, dia menolakku di depan umum, sebuah tindakan brutal yang menghancurkan ikatan suci kami dan merobek jiwaku hingga hancur berkeping-keping. Dia membiarkan istri barunya menjebakku atas tuduhan pengkhianatan, menghancurkan rumahku, dan menghapus sejarahku. Dia hanya diam saja saat para prajuritnya melemparkan batu berlapis perak ke kepalaku, lalu memerintahkanku untuk berlutut dan meminta maaf atas kejahatan yang tidak kulakukan. Pria yang rela kuberikan nyawaku telah menghancurkanku demi kekuasaan dan ambisi. Lalu dia datang menemuiku di tengah puing-puing hidupku dan memintaku untuk menjadi simpanan rahasianya, hadiah tersembunyinya yang terkunci dari dunia. Aku menolak. Aku melarikan diri dari tiraninya, membangun kembali diriku dari abu, dan menemukan cinta baru dengan seorang Alpha sejati yang melihat nilaiku. Aku menjadi seorang Luna dengan kekuatanku sendiri, berkuasa dan akhirnya bebas. Tapi obsesi pasangan yang menolakku itu semakin membusuk. Setahun kemudian, dia memancingku ke dalam jebakan. Hal terakhir yang kuingat adalah rasa sakit di leherku dan suaranya yang dingin berbisik, "Sudah waktunya kita pulang."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 2021 Bab 2122 Bab 2223 Bab 23