icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Obat Omega Tak Dikehendaki Sang Alpha

Bab 2 

Jumlah Kata:694    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

andang

tiku yang hancur. Patung itu bukan hanya kaca; itu adalah pengabdianku selama bertahun-tahun, doa-doaku k

nada yang sempurna. Dia berlutut, berpura-pura mengumpulkan pecahan

mengeluarkan jeritan kecil yang teatrikal. Sete

iran yang panik. Dia dengan lembut mengambil tangan Lila, memeriksa luka

ut. Dia bahkan tidak melirikku, atau puing-puing kehormatanku yang berserakan di lantai. Ra

ar kesedihanku. Aku melihatnya apa a

nnya," kataku, suarak

i air mata buaya. "Apa? Ti

uaraku semakin kuat. "Lobi ini punya kristal

h. Dia bangkit berdiri, kekuatan Alpha-nya yang murni mene

penuh, tapi hampir, sebuah peringatan yang membuat serigala dalam dirik

ntuk apa pun," balasku, keber

arang rongsokan tak berharga?" Dia menunjuk dengan acuh pada kristal yang

a. "Jangan menangis, sayangku. Aku tidak akan membiarkannya membuatmu kesal." Lalu dia menatapku lagi, wajahny

etapi niatnya menggantung di udara di antara k

erbahaya. "Keluar dari gedungku. Keluar dari wilayahku

ng kupikir kami miliki, yang telah kupupuk selama bertahun-tahun, putus. Rasa

a laluku yang hancur. Aku mendorong pintu kaca yang berat dan melangkah ke dalam h

ebih tua menggodaku, memecahkan patung latihan kayu kecil yang kuukir. Kaelan, yang sudah memancarkan wibawa, menemukanku menangis. Di

ng rusak saat itu. Sekarang,

p dan menggigil tak terkendali. Rasa sakit karena penolakan, hujan dingin, kelelahan emosional yang l

n kesengsaraan. Mungkin dua hari kemudian ketika pintuku dit

uk di tempat tidu

intu. Hujan menetes dari rambutnya, matanya liar dengan amarah yang menak

leherku, dan mengangkatku dari bantal. Cengke

ang menakutkan yang merupakan Perintah Alpha murni, m

, napas panasnya menerpa wajahku.

-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Obat Omega Tak Dikehendaki Sang Alpha
Obat Omega Tak Dikehendaki Sang Alpha
“Selama tiga tahun, aku adalah rahasia Alpha Kaelan. Sentuhanku adalah satu-satunya obat untuk kutukan racun perak yang menyiksa tubuhnya dengan rasa sakit yang tak tertahankan, dan dia berjanji jika dia tidak menemukan pasangan takdirnya pada hari ulang tahunku yang kedua puluh lima, dia akan memilihku. Pada hari ulang tahunku yang kedua puluh lima, dia membawa pulang wanita lain. Dia menuntut kunci penthouse-nya kembali dan melemparkan kartu kredit tanpa batas ke atas tempat tidur. "Ini untuk pelayananmu," katanya dengan dingin. Cinta barunya, Lila, adalah seorang manipulator ulung. Ketika dia menjebakku atas penculikan, Kaelan nyaris menenggelamkan ibuku yang sakit di rawa untuk memaksaku mengaku. Ketika dia menjebakku lagi karena mendorong neneknya, dia menamparku di depan seluruh kawanan dan menuntutku untuk berlutut. Aku tidak bisa mengerti bagaimana pria yang pernah melindungiku bisa menjadi penyiksa terbesarku, dibutakan oleh serigala betina licik. Puncaknya terjadi ketika kutukannya kambuh. Dia mencoba memaksakan dirinya padaku, hanya untuk menuduhku mencoba menjebaknya ketika Lila masuk. Hari itu, aku memutuskan ikatan kami dan pergi ke kawanan saingan, di mana teman masa kecilku-pasangan takdir kesempatan keduaku-baru saja bangun dari koma selama enam tahun.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 20