“Selama tujuh tahun, aku adalah pasangan yang ditolak oleh Alpha Kaelan Adhitama. Tapi dia tidak pernah menginginkanku; dia hanya menginginkan Livia, wanita yang tumbuh bersamanya. Ketika Livia memfitnahku mencuri kalung yang tak ternilai harganya, Kaelan bahkan tidak ragu sedikit pun. "Dasar Omega menjijikkan," desisnya. "Kau bahkan tidak pantas menjilat debu di sepatunya." Lalu dia menyuruh pengawalnya memborgolku dengan perak dan menyeretku ke sel, sementara Livia menangis air mata buaya di pelukannya. Saat mereka menyeretku pergi, aku melihatnya tersentak, sebersit rasa sakit dari ikatan kami yang putus melintas di wajahnya. Tapi dia tidak melakukan apa-apa. Pada saat itu, tujuh tahun harapan bodohku akhirnya mati. Keesokan harinya, setelah ibuku menebusku, seorang Alpha saingan menemukanku di bandara. Dia menawariku posisi sebagai Kepala Penasihat Strategis, dengan satu tujuan: menghancurkan kerajaan Kaelan. Aku menerimanya tanpa berpikir dua kali.”