“Selama lima tahun, aku adalah pacar yang sempurna. Aku mendampingi Adrian saat keluarganya kehilangan segalanya, membantunya membangun kerajaan teknologi dari nol. Kukira cinta kami nyata. Tapi suatu malam, aku mendengarnya menggumamkan nama wanita lain dalam tidurnya-Annika, mantan yang meninggalkannya begitu uangnya habis. Aku sadar dengan kenyataan yang mengerikan bahwa aku bukanlah cintanya. Aku hanyalah penggantinya. Kekejaman itu adalah api kecil yang perlahan menjadi neraka. Saat lampu gantung jatuh di sebuah pesta, secara naluriah dia menyelamatkan Annika, membiarkanku tertimpa. Dia meninggalkanku berdarah di pinggir jalan setelah kecelakaan mobil demi menenangkan wanita itu. Dia memilih Annika. Setiap saat. Dia bilang dia mencintaiku, tapi tindakannya meneriakkan bahwa aku bisa dibuang kapan saja. Cintanya bukanlah sebuah rumah; itu adalah sangkar yang dibangun dari kebohongan yang nyaman. Setelah dia meninggalkanku di sebuah kapal pesiar untuk menyelamatkan Annika dari drama yang direkayasanya sendiri, aku akhirnya muak. Jadi, ketika adiknya memohon bantuanku untuk kabur dari perjodohan dengan seorang pertapa cacat yang mengerikan, aku melihat jalan keluarku. Aku mengiriminya pesan, "Jangan khawatir. Aku yang akan menikah dengannya."”