icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Penghinaan Saudari Tiri, Dusta Kekasih

Bab 3 

Jumlah Kata:583    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

kebohongan. Tuan Ardi bersikeras agar ia hadir, untuk memproyeksikan citra persatuan keluarga sebelum pengasi

knya terlalu keras, tawa terlalu ceria. Bima memainkan peran sebagai t

dapannya. Matanya, gelap

ang malam. Kau baik-baik saja?" Suara

ja, Bima," katany

ning. "Setelah apa yang terjadi... aku ber

ya Anindya, ada nada berbahaya dalam suaranya.

cepat ditekan. Dia meraih lengan

eperti in

ngnya, menarik lenga

sesuatu yang tajam, ia yakin, ketika Chandra dan

pandangannya jatuh pada Anindya. "Oh, hei, Anya.

uruk. Tapi hei, setidaknya

tatapan peringatan, tetap

ak tahu, menatap langsung ke Bi

Teman spesial? Kau benar-benar ti

nggap saja Bima dan Safira sudah lama kenal. Ka

ndali. "Cukup, kalian berdua. Cari Safira. Ka

lan pergi, m

spresinya tidak terbaca. "Jangan

" tanya An

ya. "Dengar, Anya, situasinya... rum

. Dia masih menco

ngan Safira, selesai dengan seluruh sandiwara beracun ini. Ia akan memainkan perannya malam i

angsa mengetuk gelas untuk meminta perh

mbut putriku yang luar biasa, Safira, pulang. Dan pada kesempatan ya

dan Safira, yang berdiri berdekat

kannya, suaranya menggema di seluruh ruangan,

kan Anindya, seringai predator di wajah mereka, jel

. Ini hanyalah konfirmasi publik. Ia menjaga ekspresinya tetap netral, tatapannya

. gelisah. Ketenangannya bukanlah yang ia harapkan. Dia menginginka

memberiny

nindya merasakan kilatan sesuatu yang baru: bukan keputusasaan, tetapi kemarahan yang ding

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Penghinaan Saudari Tiri, Dusta Kekasih
Penghinaan Saudari Tiri, Dusta Kekasih
“Di acara gala Konservatorium Musik Cipta Kencana yang megah, aku, Anindya Larasati, seorang pemain biola penerima beasiswa, akhirnya merasa memiliki tempat. Terlebih lagi, di sisiku ada Bima Wiratama, kekasihku yang tampan dan berkuasa, salah satu anggota dewan wali amanat termuda. Namun kemudian, layar raksasa yang seharusnya menampilkan nama-nama donatur, tiba-tiba menyala. Menayangkan sebuah video yang sangat pribadi-sebuah adegan di kamar tidur-untuk disaksikan oleh seluruh elite Jakarta. Momen paling memalukanku dibajak untuk konsumsi publik. Saat pekikan kaget berubah menjadi bisikan kejam dan tawa mengejek, duniaku hancur berkeping-keping. Bima, yang seharusnya menjadi sandaranku, lenyap tanpa jejak. Beberapa saat kemudian, aku menemukannya, sedang tertawa puas bersama Safira, kakak tiriku. Dia mengakui bahwa seluruh hubungan kami hanyalah "permainan kecil yang lucu" untuk merancang kehancuranku. Dikhianati oleh pria yang kucintai, digiring seperti binatang, aku kemudian diseret ke sebuah gang gelap oleh teman-temannya. Aku mengalami siksaan yang tak terbayangkan: air cabai membakar tenggorokanku, kilatan kamera mengabadikan ketakutanku, dan sebuah besi panas membekaskan luka di bahuku. Semua demi hiburan publik, atas restu Bima yang kemudian, dengan dingin, memerintahkan para penculik untuk "membereskanku". Mengapa dia, pria yang pernah membelaku, merancang kekejaman yang begitu mengerikan? Meninggalkanku hancur dan ditandai, bahkan menginginkan aku musnah. Rahasia kelam apa yang mendorong pembalasan dendam yang bengis ini, dan bisakah aku lolos dari obsesinya yang menakutkan? Pengkhianatan yang brutal dan menyakitkan ini mengubahku. Aku tidak akan hanya bertahan hidup. Aku akan menghilang dari dunianya, dengan caraku sendiri. Membalikkan punggung dari kehancuran yang dia ciptakan untuk menempa masa depan di mana aku, Anindya, akhirnya akan bebas.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 18