indai kerumunan, suaranya menggema melalui mikrofon di
k, ujung jari saya tanpa sadar men
emuanya harus berjalan sesuai rencana. "Keluarga Huds
tapi pintu aula perjamuan t
ipimpin oleh seorang pria berwajah bekas luka yang memancarkan ancaman. "
, menghancurkan segala
atanya menatap tajam ke arah saya dengan penuh tuduh
an dahi, henda
n meratap. "Sophia adalah petarung jalanan. Dia pasti pun
i ceritanya, alisnya h
lan menyerang. Keamanan tempat itu bergegas untuk
mbong itu, mengeluarkan ponsel s
ang ini datang untukmu. Batalkan pertunangan sekara
n sombong, seolah dia sudah bi
h banyak, tetapi suara langkah kaki yan
itu tampak senang, mengira
pria berpakaian hitam
embungkuk dengan hormat. "Nyonya, maafka
pi segera dipasung oleh dua pria berpakaian hitam, tak mampu bergerak. "Siapa...
a dingin, tanpa mengat
t, setiap preman be
itam membungkuk serempak, suara mere
muan menda
g pada kerah pria-pria it
dengan keterkejut
pernah membayangkan bahwa saya, yang selalu m
mereka, senyum dingin m
eman ke hadapan saya, dan se
t pemimpin berwajah bekas luka itu,
ranian untuk mengacaukan p
/0/28981/coverbig.jpg?v=d73a46863811a7f25b2d72f5190e1295&imageMogr2/format/webp)