icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Suamiku yang Tidak Ada di Rumah Memanjakanku

Bab 3 Pernikahan yang Nyaman

Jumlah Kata:564    |    Dirilis Pada: 22/10/2025

nyipitkan mata pada pria

resi, memancarkan k

dur, sebagai sinyal yang jelas bagi Charlie

atapannya tajam, dan suaranya berubah m

tu merupakan tanda yang jelas bahwa dia s

dak bergerak; mereka hanya sali

kewalahan oleh kehadirannya yang mengesankan. Denga

g yang kepadanya dia berutang uang, dia pikir yang ter

ke Apartemen Riverside, tolon

a, dia melihat alis Charlie berkerut k

sekarang," ujar Kimber

h mengucapkan kata-kata itu, dan berharap bisa menarik kembal

enyipit. Apakah dia ti

dia tidak menginap di tempat

jengkel. Dia berkata dengan sedikit nada ti

Di bawah tatapan intens pria itu, dia m

u menjad

mengirim pesan pada Millie, mengatak

ponselnya, mata taja

bahunya, sedikit melengkung di ujungnya. Profilnya mencolo

ns tipis yang sangat pendek, memperlihatka

mbil menyeringai. "Kamu nampaknya

adak, dan Kimberly terguncang ke d

tenangannya. Dia mengusap dahinya, wajahnya memperlihatkan

g bajunya. "Berpakaian seperti itu untuk pergi ke bar dan melihat-lihat pak

ngejek dan meremehkan, dengan seny

tan dari kata-kata kasar

dirinya sendiri, suaranya tid

rus menyadari siap

ingin, dibumbui

sebenarnya? I

sebenarnya akan me

Suaminya selalu melakukan perjalanan bis

ang, dia pasti akan melihat kepahita

gapa dia

pernikahan mereka hanyalah seb

besar ayahnya setelah ia meninggal. Mengapa Charlie menyetujui

i Melina, jadi identitas mempelai wa

ngepalkan tinjunya diam-diam, m

a mulut dan membisik

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Suamiku yang Tidak Ada di Rumah Memanjakanku
Suamiku yang Tidak Ada di Rumah Memanjakanku
“"Permisi, Pak. Boleh saya tahu warna celana dalam Anda?" Karena permainan truth or dare, Kimberly mendapati dirinya menanyakan pertanyaan yang begitu berani kepada orang asing. Tanpa disadari olehnya, pria yang ia pilih adalah suaminya sendiri selama enam bulan, suami yang belum pernah ia lihat sejak pernikahan mereka. Charlie tidak bisa tetap tenang. Dia baru saja kembali dari perjalanan bisnisnya, dan di sini istrinya sudah mencoba untuk berselingkuh. CEO yang cerdik itu memutuskan saat itu juga untuk memanjakan istrinya yang penuh semangat. Meninggalkannya? Tidak mungkin!”