icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kesempatan Kedua dengan Istriku yang Seorang Taipan

Bab 2 Tuduhan

Jumlah Kata:493    |    Dirilis Pada: 22/10/2025

nie sambil menyeringai. "Stephanie, kalau aku jadi kamu, aku

dia tidak mencintaiku? Selama aku

ngan terlalu sombong. Bayangkan jika saya terl

an memihaknya jika hal seperti itu

memberitahumu bahwa aku sudah selesai menung

Kegelisahan Step

gambil pisau cukur alis, dan me

aku mengingi

in. "Vivian! Apa sebenarnya

aat tatapannya beralih ke belakan

mah s

er baru saja keluar da

cah dan membutuhk

kau bisa begitu kejam?

babkan dia terhuyung mundur. "Itu bukan aku

. "Apakah kau mengira Vivia

meminta maaf ke kamarmu. Anda menyerangnya. Jika aku tidak campu

panik. "Kondi

y menunjuk Stephanie, mengingat sesuatu. "Dia mem

Stephanie, ta

epalanya dengan keras. "A

es kecocokan padan

Aku tidak menusuknya..." Steph

rian. Dengan anggukann

g pengawal di depannya. "Apakah kau sungguh aka

sepantasnya kau menebus kesa

bukti?" Hati Stephanie

adikku akan berbohong padaku? A

alinya Vivian berkomplot, juga bukan pertama kalinya Lacey menindasny

a akhiri ini de

a?" Nada bicara Erik dipen

rusnya, kita berakhir! Apakah kamu memutuskan untuk me

silakan. Tapi pertama-tama, Anda

intaimu, Erik. Namun kini aku sadar, betapa bodohnya aku jatuh cinta pa

ta yang terus menerus mengejar Eri

ngg

tu, dia menyerbu

ja operasi, berbicara

enginginkan kematianku!" Ste

phan

par

ukul Vivian s

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kesempatan Kedua dengan Istriku yang Seorang Taipan
Kesempatan Kedua dengan Istriku yang Seorang Taipan
“Erik, tiga tahun setelah pernikahannya, hampir tidak pernah menatap Stephanie. Dia menyimpan harapan untuk menghidupkan kembali cinta mereka, tetapi niat Erik semakin gelap terhadap hidupnya. Stephanie, yang terjebak dalam kerumitan cinta, merasakan keinginannya untuk cinta semakin pudar. Ketika Erik secara tak terduga bertemu kembali dengan Stephanie, dia tidak siap menemukan bahwa dia telah berubah menjadi wanita terkaya di dunia, seperti menemukan berlian di lumpur. "Mbak Gilbert, bagaimana Anda mencapai kesuksesan sebesar ini di usia muda?" seseorang bertanya. Jawabannya tajam. "Jangan dekat-dekat dengan pria; mereka cuma bikin repot." Keesokan harinya, paparazzi yang mengikuti Stephanie terkejut melihat Erik Palmer, yang terkenal karena sifatnya yang dingin, dengan antusias bergabung dengan kerumunan mereka. "Mbak Gilbert, saya punya tawaran untuk Anda," Erik menyatakan. "Apa yang ada dalam pikiranmu?" tanya Stephanie, penasaran. "Bagaimana kalau kita mempertimbangkan untuk menikah lagi?" sarannya.”