“Sera merasa kelelahan menghadapi perubahan sikap Darren, yang tiba-tiba mulai menunjukkan perhatian berlebihan padanya. Pria itu tampak semakin terobsesi sejak mengetahui rahasia yang selama ini disembunyikan Sera-bahwa ia tidak pernah menyerah pada godaan Darren di hotel tiga tahun lalu. Namun, sayangnya bagi Darren, waktu sudah tidak berpihak padanya. Kehadiran seorang pria baru, Alvin, yang dulu pernah menolong Sera di saat paling rapuhnya, mulai membuka pintu hatinya. Kehangatan yang diberikan Alvin bukan sekadar perhatian biasa, tapi cinta tulus yang selama ini dicari Sera. Perlahan, Sera mulai menyadari bahwa cinta sejati bukan tentang obsesi atau penyesalan, melainkan tentang rasa aman, dihargai, dan dicintai sepenuh hati. Kini, Sera berdiri di persimpangan pilihan: mengejar Darren yang kini menyesal, atau membiarkan hatinya terbuka untuk Alvin, pria yang membawa kehangatan sejati dan rasa aman yang selama ini ia dambakan.”