“Alex adalah seorang pemuda yang mengandalkan paras tampan dan pesonanya untuk hidup. Ia menjalani profesinya sebagai gigolo di kota besar, di mana ia menjumpai berbagai wanita yang mencari penghiburan dan kehangatan. Walaupun tampaknya hidup Alvin penuh dengan kemewahan dan kesenangan, ada lapisan kesepian yang mendalam dalam dirinya. Kehidupannya yang serba sementara dan permukaan membuatnya sulit menemukan makna yang lebih dalam. Alex memulai kariernya di usia muda, terdorong oleh kebutuhan ekonomi dan kurangnya peluang kerja. Dengan keahlian memikat hati para wanita, ia mampu menghidupi dirinya sendiri secara layak. Namun, di balik senyum manis yang ia suguhkan, tersimpan rasa hampa karena tidak pernah benar-benar merasa dihargai atas siapa dirinya sejati. Setiap malam, Alex bertemu dengan klien-klien yang berbeda, memberikan mereka perhatian dan kasih sayang yang mereka rindukan. Namun, setelah layanan selesai, ia kembali merenung tentang kehidupan yang dijalaninya. Di saat-saat seperti itu, ia sering bertanya-tanya apakah ini jalan yang benar-benar ingin ia tempuh, atau apakah ada kemungkinan lain untuk hidup yang lebih berarti.”