icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Saya dan Miliarder Cantik

Bab 5 Mimpi Buruk Hillary

Jumlah Kata:1039    |    Dirilis Pada: 05/12/2021

bergegas menghampiri arah di mana suara berasal. Seperti yang d

anya Hillary dengan nada suara meninggi. D

g orang lakukan ketika

.. Kau, Ka

alkan. Tidak mengira jika seseorang akan datang. Semua juga merupakan kesalahannya karena memiliki kebiasaan tidak mengunci pintu ket

dadanya adalah sebuah titik henti. Tumpahan makanan tadi telah membuat pakaian tipisnya meneraw

a menyantap makanan. Sementara dua orang wanita lainnya yang ikut menyaksi

la. Kini Hillary masih sangat marah dengan sikap kurang ajar yang baru saja dialami.

kemudian mendesak diri untu

ar. Dia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dialami. Baru kali

a, entah ingin meledek atau apa. "K

ngannya tidak berhenti mengusap pipi yang masih jelas sekali pe

*

nya gelap malam. Lautan manusia tengah berduyun-duyun menyaksikannya. Mereka ters

terjebak dalam zona diskusi. Mateo tidak begitu murah hati untuk m

lowongan pekerjaan. Dia berpikir bahwa kakaknya tidak akan mengomentari

eluar, Bellmira sudah surut keberania

ia yang duduk di hadapan mereka. Justru dia membu

ina dan wanita yang duduk di sampingku ini adalah Hillary.

ai percakapan ketika bertemu pertama kali dengan Hillary. "Katakan maksud kedatangan Kalian de

ain, dia juga baru sadar bahwa orang yang diterima bekerja di rumah makan mereka bukan wanita

bisa masuk

pa? Aku bagian dari rumah makan ini dan aku juga

bisa memberikan ruang bagi kami untuk memba

juga tidak bisa menolak. Jadi, dia memutuskan untuk

berlama-lama lagi. Dia memulai percakap

tasnya terbongkar. Padahal, dia sudah berupaya

nnya. "Saya Serina Williams, seorang wartawan di Meteor Media.

anya karena menghindar, dia dan adiknya sampai berpindah-pindah tempat tinggal. Baru sekarang keh

jelasan kami terlebih dahulu. Ini tidak seburuk yang Anda bayangkan. Saya sudah mengumpulkan banyak da

Aku tidak ingin Me

a-tanda pergerakan dari sana. Dalam keadaan suasana hening yang begitu lama, dia

l ini besok. Katakan padaku, kap

erkaitan dengan pembicaraan mereka nantinya adalah sesuatu yang

di tempat yang rawan dalam

tim keamanan. Marine Hotel adalah tempat di mana banyak orang akan singgah. Para tamu datang secara bergantian. Selain itu

Di sana sistim keamanannya cukup tinggi dan juga hanya ditempati se

sangat tidak setuju dengan keputusan yang melibatkan dirinya terus-menerus. T

a Kau sud

membutuhkan bantuanmu. Kami tidak akan mengusikmu. Kau

pernah membiarkan orang asing menginjakkan kaki di rumah pribadinya yang tenteram dan sekara

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Saya dan Miliarder Cantik
Saya dan Miliarder Cantik
“Mateo, seorang pria yang dihantui oleh masa lalunya, dipaksa hidup menyendiri setelah terjerat kasus pembunuhan sejak lama. Anonimitasnya yang dibangun dengan hati-hati hancur ketika dia bertemu dengan Hillary, seorang wanita kaya dan sombong yang tanpa disadari menjadi umpan bagi jurnalis investigasi Serina, saat wanita itu menyelidiki kisah Mateo yang terlupakan. Bersama-sama, mereka membentuk aliansi yang tidak terduga, didorong oleh keinginan untuk mengungkap kebenaran di balik kejahatan keji itu. Saat mereka mengarungi jaring berbahaya, Mateo, Hillary, dan Serina harus menghadapi musuh mereka sendiri dan mendorong batas keyakinan untuk mewujudkan keadilan. Akankah aliansi mereka menang, atau akankah bayang-bayang dari masa lalu menghabiskan mereka semua?”
1 Bab 1 Taruhan Berkencan2 Bab 2 Gagal Pendekatan3 Bab 3 Melayani Pelanggan4 Bab 4 Anggota Baru5 Bab 5 Mimpi Buruk Hillary6 Bab 6 The Pearl Villa7 Bab 7 Wartawan Serina8 Bab 8 Perlakuan Buruk Wartawan9 Bab 9 Kemarahan Serina10 Bab 10 Tamu Tak Diundang11 Bab 11 Mengunjungi Pasar Bersama Wanita Cantik12 Bab 12 Mabuk di Tengah Cuaca Cerah13 Bab 13 Bertemu adalah Takdir14 Bab 14 Lantai Basemen yang Dingin15 Bab 15 Jejak Penculikan16 Bab 16 Mendatangi Teman Lama17 Bab 17 Pergi Menyelamatkan Wanita Cantik18 Bab 18 Rumah Produksi Mebel19 Bab 19 Menginap di Rumah Sakit20 Bab 20 Kesalahpahaman Larut Malam21 Bab 21 Pertengkaran Kecil22 Bab 22 Keputusan Tersulit23 Bab 23 Rencana untuk Hillary24 Bab 24 Pengawal Satu Minggu25 Bab 25 Mengakhiri Malam dengan Borgol26 Bab 26 Pembebasan Mateo27 Bab 27 Golding Group28 Bab 28 Utang Budi29 Bab 29 Asap dan Api30 Bab 30 Kepercayaan Tidak Mudah31 Bab 31 Susu Cokelat dan Hujan Deras32 Bab 32 Paman Hillary33 Bab 33 Pagi Hari di Lapangan Hijau34 Bab 34 Simpatik35 Bab 35 Pesta Pernikahan36 Bab 36 Mengisi Kekosongan Perut37 Bab 37 Keraguan pada Kotak Buttermilk38 Bab 38 Menawan Hati39 Bab 39 Tanya Jawab Singkat