icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Saya dan Miliarder Cantik

Bab 3 Melayani Pelanggan

Jumlah Kata:1016    |    Dirilis Pada: 05/12/2021

l. Dia mendengus pelan dan menggerutu di dalam hati, cukup kesal karena tidak tahu siapa yang menelep

ya, kemudian meng

." Mateo menyimpulkan dari

elum hilang sepenuhnya, "Ada nomor asing meneleponku. Saat aku mengangkatnya, t

a sejak pembicaraan mereka tadi yang terputus. "Aku

sung mengerti siapa orang yang meneleponnya. "Kenapa Kakak tidak mengatakan h

ntu aku melayani pelanggan. Malam tahun baru akan sangat sibuk kare

Meskipun mengeluh, pada akhirnya Bellmira menganggu

r kembali dan menyisihkan bahan sebelum esok pagi menjelang. Lama berada di sana, dia hanya

Jadi, dia memilih untuk menarik salah satu kursi pelanggan dan duduk di sana. Satu

unya. Kalau diingat lagi kejadian lampau, sungguh

rlalu dimakan oleh waktu, kesakitannya dapat tertahan untuk sementara. Hanya Bellmira yang menjadi satu-sa

dipenuhi puntung rokok. Tersadar akan keadaan itu, dia pun melirik jam dinding yang kini telah menunjukkan lewa

*

yang tidak dapat beristirahat karena sang koki pun juga sama. Kejadian yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. Dibandingkan dengan tahun baru yang telah le

bil bersenda gurau, sedangkan pelanggan lain masih antre di luar ruangan. Tidak ada

ngin me

an. Dia yang termenung tadinya langsung bergegas menem

!" Seorang pelanggan berter

esai dengan posisinya sebagai kasir. "Sebentar!" Dia cepat-

ntuk disajikan. Di sisi lain, kakaknya masih sibuk dengan urusan memasak. Bena

ak kita tutup saja

dak-tidak di jam sibuk ini. Lebih bai

elanggan. Kalau tahu seperti ini, kenapa

pelanggan yang sama t

berbicara, "Aku harus menjalani dua profesi sekaligus, sebagai pelayan dan juga sebagai kasir. Kita memb

ang harus mereka sanggupi. Sebelum itu juga harus dilihat, apa mereka dapat dipercaya atau tidak. Lagi pula mana ada orang yan

an itu semua. Mereka bukan berbisnis, akan tetapi melayani perut pelanggan. Pantas sa

cepat. Setelah itu menghampiri meja kasir kembali. Tidak untuk melayani pelanggan yang

ntaan belum juga dilaksanakan, dia menempelkan kertas tersebut di depan kaca rumah ma

a. "Aku sudah berkata menginginkan nasi. Tidakkah Kau mendengar

rti preman, tentu saja Bellmira yang mana hanyalah pelajar re

niat untuk berbisnis?" tanya pelanggan

di depan pintu sebagai titik perhatian. Hanya suara desis minyak dari dapur yang menjadi p

ami a

dari belakang sana memecahka

er suara, terlihat dua oran

i, "Apa Kau memiliki penyaki

akut kalau kami akan mengeroyokmu?" Saat berkata, teman sa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Saya dan Miliarder Cantik
Saya dan Miliarder Cantik
“Mateo, seorang pria yang dihantui oleh masa lalunya, dipaksa hidup menyendiri setelah terjerat kasus pembunuhan sejak lama. Anonimitasnya yang dibangun dengan hati-hati hancur ketika dia bertemu dengan Hillary, seorang wanita kaya dan sombong yang tanpa disadari menjadi umpan bagi jurnalis investigasi Serina, saat wanita itu menyelidiki kisah Mateo yang terlupakan. Bersama-sama, mereka membentuk aliansi yang tidak terduga, didorong oleh keinginan untuk mengungkap kebenaran di balik kejahatan keji itu. Saat mereka mengarungi jaring berbahaya, Mateo, Hillary, dan Serina harus menghadapi musuh mereka sendiri dan mendorong batas keyakinan untuk mewujudkan keadilan. Akankah aliansi mereka menang, atau akankah bayang-bayang dari masa lalu menghabiskan mereka semua?”
1 Bab 1 Taruhan Berkencan2 Bab 2 Gagal Pendekatan3 Bab 3 Melayani Pelanggan4 Bab 4 Anggota Baru5 Bab 5 Mimpi Buruk Hillary6 Bab 6 The Pearl Villa7 Bab 7 Wartawan Serina8 Bab 8 Perlakuan Buruk Wartawan9 Bab 9 Kemarahan Serina10 Bab 10 Tamu Tak Diundang11 Bab 11 Mengunjungi Pasar Bersama Wanita Cantik12 Bab 12 Mabuk di Tengah Cuaca Cerah13 Bab 13 Bertemu adalah Takdir14 Bab 14 Lantai Basemen yang Dingin15 Bab 15 Jejak Penculikan16 Bab 16 Mendatangi Teman Lama17 Bab 17 Pergi Menyelamatkan Wanita Cantik18 Bab 18 Rumah Produksi Mebel19 Bab 19 Menginap di Rumah Sakit20 Bab 20 Kesalahpahaman Larut Malam21 Bab 21 Pertengkaran Kecil22 Bab 22 Keputusan Tersulit23 Bab 23 Rencana untuk Hillary24 Bab 24 Pengawal Satu Minggu25 Bab 25 Mengakhiri Malam dengan Borgol26 Bab 26 Pembebasan Mateo27 Bab 27 Golding Group28 Bab 28 Utang Budi29 Bab 29 Asap dan Api30 Bab 30 Kepercayaan Tidak Mudah31 Bab 31 Susu Cokelat dan Hujan Deras32 Bab 32 Paman Hillary33 Bab 33 Pagi Hari di Lapangan Hijau34 Bab 34 Simpatik35 Bab 35 Pesta Pernikahan36 Bab 36 Mengisi Kekosongan Perut37 Bab 37 Keraguan pada Kotak Buttermilk38 Bab 38 Menawan Hati39 Bab 39 Tanya Jawab Singkat