“Noah mendekatkan dirinya ke Jihan, menghirup aroma dari lehernya. Napasnya memburu, terlihat dari mata yang berbinar dengan keinginan yang tak tersembunyi. "Pak Noah mau apa?" Jihan tampak takut. Jihan berjalan mundur ke belakang, sampai ia mentok tembok. Noah tersenyum menyeringai, "Kamu tidak bisa kabur dari saya, gadis manis," Jari-jari Noah menyentuh pipi Jihan perlahan-lahan. "Pak Noah, jangan," mohon Jihan. Noah mengendus belakang leher Jihan, matanya sudah sangat dikuasai oleh nafsu. "Kenapa? Bukannya ini pekerjaan kamu?" "Maksud bapak apa?" tanya Jihan. Noah tersenyum menyeringai, "Layani saya! Itu tugas kamu!" Tiba-tiba, dengan gerakan cepat yang hampir tidak bisa diikuti, ia meraih tepian baju Jihan dan merobeknya dengan kasar. Jihan terpaku, rasa takut dan kebingungan terpancar dari matanya yang terbuka lebar.”