icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hasrat Aneh Rahasiaku

Bab 4 Hasrat 4

Jumlah Kata:1506    |    Dirilis Pada: 14/09/2025

AN

sudah berdiri tegang. Di depan rumah Pak Jaya, Andri berdiri dengan bambu di tangan, wajah merah pa

e? Menghancurkan hubungan gue sama Dela y

uh. Pak Jaya hanya diam, wajah pucat. Tetangga mulai ber

r Dela barang yang bisa dijual-belikan, Jaya?!" s

. harus nurut keluargaku, Ndri

AN

a berteriak mencoba melerai. Bang Karta maju, mene

pemuda akhirnya menarik keduanya menjauh. Suasana p

Kalian pikir bisa seenaknya hancurin gue begitu aja?!" Ia men

sik, ada yang menyalahkan Andri karena malas bekerja, ada pula yang mencibi

hkan dengan Bandot tua itu. Aku segera masuk kamar dengan

uan, harusnya tungg

k kuat, pengen segera belah duren lagi

a, makanya dipaksa,"

kini terasa nyata. Sahabatku sejatiku terjebak di pusaran

kuanggap manis, kini berubah jadi panggung getir orang d

u segera menemui Dela di rumahnya yang h

Er..." suara Dela pecah, tu

usin. Aku dijodoh

memb

nggup kami ucapkan di kamar sempit dengan cat tembok yang mengelupa

ku cuma bikin malu kalau terus sekolah. Aku

selalu jadi keputusan orang lain

ganya, "Del, kamu bukan beban. Kamu berhak b

i bahuku, berat, seaka

mpuh, mengenakan kebaya hijau pucat, senyum tipis dipaksakan menghiasi bibir yang semalaman basah ole

iri. Tapi di samping Pak Darma, ada tiga anaknya duduk menonton sambil menunduk dengan nuansa hamba

emu, dan seketika dunia rasanya berhenti berputar. Itu Alfian? Man

erasa kaku, tak mampu

ak bisa lepas dari Alfian. Bagaimana bisa dia duduk di sa

an seolah musuh bebuyutan, demi membelaku. Sekarang... dia menikah den

langkah pergi. Tapi kaki ini terasa b

rnya terjadi di

tau memang sesuatu yang Dela

kuketahui setelah sebulan kami t

i di tepi jurang. Takut jatuh tapi tak bisa bergerak. Semua yang kukira sangat kenal

pi aku seolah berada di ruang hampa, dunia berhenti berputar. Suara ta

latan yang sulit kubaca, Malu? Bingung? Atau sama terkejutnya dengank

tar menahan canggung. Aku ingin berlari, bertanya, atau menjerit aga

nal seakan runtuh dalam sekejap. Bagaimana aku bisa mengatur napas,

t, tidak ada senyum tipis yang kuberikan. Dunia di sekelilingku tetap ramai, t

pan kosong Alfian, wajah arogan Pak Darma, dan mata kedua orang tua Dela yang pasrah

e ruang tamu rumahku, wajahnya masih berse

Kenapa nggak ngucapin selamat sama Neng Dela?" tanya

ab sepatah kata pun. Kata-kata tersangkut di tenggo

, seolah tak menyad

banget pilihannya. Dan anaknya yang paling gede, namanya Alfian, sopan, santun, t

untung pokoknya Neng Dela, lepas dari si Andri dapat Pak Darma," kata ib

Dela harus merelakan sekolahnya,

puan itu sebenarnya kan cuma jadi tempat menunggu sampai jodoh datang. Setinggi-tingginya sekolah, perempuan

in ia bicara, semakin jelas aku merasa dunia ini ngeselin-seolah semua aturan dibuat untuk perempuan seperti

iasa. Dia mantan pacarku yang baru sebulan lalu. Dan untuk Dela... Alfian s

unia terasa aneh, tidak masuk akal, dan aku hanya bisa diam, menyembu

nasaran. "Rin... kenapa langsung pulang? Padahal sebagai sahabat, mest

enjawab seadanya, "Ah... nggak apa-apa, Pak.

nyesalkan, tapi nada suaranya b

ebih memperhatikan Pak Darma dan anak-anak tirinya. Padahal dia

erlalu banyak rasa campur aduk: kaget, cemas, dan... sedikit kesal. Bagaimana mungkin s

pkan apa yang sebenarnya aku rasakan, bahwa semua ini terlal

benarnya. Semalam aku tak tidur, menemani Dela menangis, menyaksikan semua y

, hati masih berdegup cepat. Begitu pintu tertutup, aku membiarkan tubuhku jatuh di r

yang pernah terjadi diantara kami. Aku menarik selimut menutupi diri, menco

an jadi korba

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hasrat Aneh Rahasiaku
Hasrat Aneh Rahasiaku
“KHUSUS DEWASA Aku tak pernah menyangka, sebuah jendela bisa menjadi gerbang menuju dunia yang sama sekali berbeda. Di balik kaca itu, aku menyaksikan sesuatu yang seharusnya tak kulihat-ritual liar, tarian menggoda, dan rahasia kelam yang tersembunyi di balik wajah-wajah yang kukenal setiap hari. Dela, gadis tomboy yang selama ini tampak biasa, berubah menjadi pusat pusaran gairah yang mengguncang dunia kecilku. Pak RW, sosok terhormat di kampung, menunjukkan sisi yang tak pernah kuduga. Dan Rifan, tetangga yang kukira polos, ikut terjebak dalam badai itu. Aku hanya penonton. Pengintip yang tak berani masuk, tapi tak sanggup berpaling. Setiap malam, bayangan itu terus menghantui, menyalakan hasrat aneh yang tak bisa kupadamkan. Inilah kisah tentang keingintahuan, keterkejutan, dan rahasia hasrat yang perlahan menyeretku semakin jauh. Sampai kapan aku bisa menahan diri?”
1 Bab 1 Hasrat 12 Bab 2 Hasrat 23 Bab 3 Hasrat 34 Bab 4 Hasrat 45 Bab 5 Hasrat 56 Bab 6 Hasrat 67 Bab 7 Hasrat 78 Bab 8 Hasrat 89 Bab 9 Hasrat 910 Bab 10 Hasrat 1011 Bab 11 Hasrat 1112 Bab 12 Hasrat 1213 Bab 13 Hasrat 1314 Bab 14 Hasrat 1415 Bab 15 Hasrat 1516 Bab 16 Hasrat 1617 Bab 17 Hasrat 1718 Bab 18 Hasrat 1819 Bab 19 Hasrat 19