icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dia Memilih Kakak Angkatnya

Bab 7 

Jumlah Kata:641    |    Dirilis Pada: 05/09/2025

memberiku gelom

ranjang rumah sakit, pikiranku d

ahu Carl bahwa dia memiliki tiga k

abiskannya, ak

hari, dia mengkhi

saat dia pergi men

egas membawanya ke rumah sakit, m

empatan

rl tidak mengec

, aku akan meninggalk

bagiku, dan kelelahan m

yang familiar meny

au Bi

perti jaring yang

yang lebih taj

Bianca menyap

detak jantungny

keringat dingin me

uk, nyerinya meny

ku kuat-kuat, menol

tanganku, hingga mengeluarkan da

" kataku berulang

i hubungan ikatan

berdenyut-denyut, menamba

ku sendiri, bagaikan ana

epon Carl dan me

menyentuh telepon,

asuk untuk melaku

elah menyiapkan seb

tol itu, jari-j

n cairan pahit itu, rasa dingin

enghilang, dan saya tidak bisa

abel botolnya-

ikir, mengapa Art

melihat ke

tidur, aku memejamkan mata,

abiskan kesempat

erlalu

harap pada kebenaran yang mun

nya, saya mem

enelusuri "Permintaan Pembubara

uara kunci terdeng

kem

m-dalam, menggenggam d

kan rasa sakit melalui lukaku, sep

edang membungkuk untu

a melekat d

kening. "Mengapa kamu tidak

dak men

dan menyerahkan "Permin

riak. "Carl, mari ki

tertuju pada

u mengejek dan m

da apa ini? Saya hanya membawa Bianca untuk memb

u sesak, dan aku jadi sulit bernapas

dan dia meraih bahuku,

nya meninggi, diwarnai dengan keluhan karena dianiaya. "Bianca mel

rtawa

ermu, dan bahkan..." Aku berhe

ku jelaskan..." Carl mengerutkan kening. "Sudah kubilang

kah mundur dengan tegas. "C

Saat kita terikat, aku bilang kamu punya tiga kesempatan. Sekarang,

Carl menyadari ak

saan di mataku,

u, cengkeramannya begitu erat hingga

ranya. "Elizabeth, aku

. "Mencintaiku? Carl, kalau kamu banyak berboh

kamar tidur. "Saya sudah menandatanganinya. Jangan lupa mena

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dia Memilih Kakak Angkatnya
Dia Memilih Kakak Angkatnya
“Skalpel Alpha Carl menembus kulitku, siap memulai operasi. Telepon di sakunya bergetar hebat, dan dia tidak bisa menahan diri untuk menjawabnya. "Carl, sebelum aku mati, aku hanya ingin melihatmu sekali lagi," kata Bianca, adik angkatnya, dengan suara bergetar. Dia telah mencoba bunuh diri. Aku terbaring di meja operasi, perutku sudah terbuka ketika mendengar berita itu. Carl menjatuhkan skalpel dan berbalik ke arah Alpha Arthur. "Operasi istriku sekarang ada di tanganmu," katanya. Dengan itu, dia berbalik dan pergi. Saat aku melihat sosok Carl yang menjauh, hatiku terasa sesak seolah digenggam oleh tangan tak terlihat, rasa sakitnya tak tertahankan. Air mata mengalir dari mataku sebelum aku bisa menghentikannya. Di saat berikutnya, sebuah skalpel dingin kembali menembus kulitku. Alpha Arthur berbicara dengan dingin, "Kenapa kamu menangis? Asalkan aku berada di sini, kamu tidak akan mati."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 2021 Bab 2122 Bab 2223 Bab 2324 Bab 2425 Bab 2526 Bab 2627 Bab 27 Epilog