icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Menantu Idaman Mama

Bab 3 Pertunangan yang Sudah Lama Ditulis

Jumlah Kata:772    |    Dirilis Pada: 02/09/2025

angan yang Sud

formal yang tenang. Di tengah ruangan, duduk dua tokoh besar yang pernah

gan usaha besar, dan dua orang tua

untuk pertemuan ini," kata Pak Burhan sambi

tamu istimewa," jawab Bu Mirna dengan

ku yang sama di kampus elite Paris. Mereka tahu cara bicara,

yeruput minumannya. "Kamu pasti puny

ita sama-sama tahu. Anak-anak kita sebent

"Maksudmu... mempercepa

an mereka sibuk dengan pilihan pribadi yang tidak pas

a kecil. "Seperti

a terlalu sering membiarkan 'perasaan' mengganggu k

emang, sejak dulu mereka sudah merancang Reza dan Sarah akan menyatukan dua kerajaan

k?" tanya Pak Burh

anakku. Dia diam-diam keras kepala," jawab Bu Mirna.

menatap keluar jendela kaca yang m

Sarah juga bukan an

nnya belum juga tenang. Ia tak tahu apa yang lebih menyesakkan, hubungannya yang tersembunyi

erlalu tenang hari ini. Tidak ada kalimat sarkastik, ti

getar. Sebuah

ra

kamu dan Alya makan siang bareng. Gak ada age

h bukan gadis polos. Tapi sejak

melayang ke malam pesta. Reza. Bu Mirna. Sorot mata Sarah. Semuany

l membawa teh hangat. "Kamu keliha

gak, Nek. Cuma... banyak m

u soal cinta, jangan terlalu dib

esiap. "K

a apa-apa'. Kamu itu kayak ibu kamu dulu. Kalau jatu

neneknya. "Aku gak tahu, Nek. R

Tapi kalau kamu gak diakui di duni

mbat, akan ada titik di mana mereka harus m

han. Ia dipanggil untuk sarapan bersama Sarah dan orang t

kan, tak ada l

an sambil mengaduk kopi. "Kita memutuskan, akan men

kan sendoknya.

tajam. "Kamu tida

get. Tapi... bukankah sebaiknya saya

di samping Reza,

s. Kalian juga udah cukup saling kenal, kan?

ertanyaan. Ini keputusan. Dan meno

rim pesan ke Alya. T

dari kampus: ia dinyatakan sebagai lulusan terbaik selur

kirkan han

erasa datang... saat se

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Menantu Idaman Mama
Bukan Menantu Idaman Mama
“"Mama, aku sudah bilang, aku yang akan menentukan hidupku sendiri." "Aku memilih Alya, bukan karena aku ingin melawan Mama, tapi karena aku mencintainya." Mirna menertawakan dengan getir. "Alya? Gadis yatim piatu itu? Cucu seorang nenek tua yang tidak punya apa-apa? Apa Mama tidak cukup jelas selama ini? Pernikahan ini harus, untuk masa depan perusahaan, bukan sekadar cinta bodoh!"”
1 Bab 1 Nama yang Sering Disebut2 Bab 2 Tamu Tak Diundang dalam Hati yang Sibuk3 Bab 3 Pertunangan yang Sudah Lama Ditulis4 Bab 4 Aliansi Rahasia5 Bab 5 Permainan Persepsi6 Bab 6 Kilau yang Tak Terbantahkan7 Bab 7 Awal Baru, Langkah Lama8 Bab 8 Di Antara Lampu Kristal dan Luka Lama9 Bab 9 Luka yang Diam10 Bab 10 Ketika Permainan Usai11 Bab 11 Makan Malam dan Kisah Keluarga12 Bab 12 Perubahan yang Tak Terduga13 Bab 13 Saat Hujan Turun14 Bab 14 Di Titik Balik15 Bab 15 Titik Ujian16 Bab 16 Harga dari Sebuah Nama17 Bab 17 Bahagia yang Layak Dirayakan18 Bab 18 Buku Kosong dan Janji Besar19 Bab 19 Menantu yang Tidak Pernah Diimpikan20 Bab 20 Janji dalam Diam21 Bab 21 Rumah yang Tersembunyi, Tatapan yang Terang22 Bab 22 Bara dalam Senyap23 Bab 23 Yang Tak Pernah Diundang24 Bab 24 Titik Balik25 Bab 25 Ternyata Belum di Terima26 Bab 26 Jejak di Balik Senyum27 Bab 27 Bara yang Tersembunyi28 Bab 28 Retakan Tak Terlihat29 Bab 29 Foto yang Tak Seharusnya Ada30 Bab 30 Hujan di Dalam Rumah31 Bab 31 Suara yang Tak Didengar32 Bab 32 Retakan di Balik Nama33 Bab 33 Langit yang Tak Sama34 Bab 34 Langkah Menuju Pulang