icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bukan Menantu Idaman Mama

Bukan Menantu Idaman Mama

Penulis: darkcom
icon

Bab 1 Nama yang Sering Disebut

Jumlah Kata:1081    |    Dirilis Pada: 27/08/2025

ma yang Se

meninggi di ruang tamu yang sunyi. Wajahnya meme

ah Mamanya. "Mama, aku sudah bilang, ak

idup sendiri? Apa kamu lupa siapa yang membesarkan dan membiay

ak lupa,

. "Aku memilih Alya, bukan karena aku ingin

nenek tua yang tidak punya apa-apa? Apa Mama tidak cukup jelas selama ini? P

aku sudah dewasa, Mama. Aku mau bahag

mbeku. Wajahnya penuh kecemasan, t

ya. "Aku tahu. Tapi aku juga tahu kalau cinta antara aku

u begitu, kamu yang memilih jalanmu sendiri. Ta

asti. Di luar, udara malam dingin menyergap. Ia menghela

e arah Reza yang kini hilang dari pandangannya.

Alya, Reza, Sar

t, sebagian membawa map tebal, sebagian lainnya sMamak dengan laptop atau kopi di tangan. Di salah satu aula,

i Fakultas Ilmu Sos

a degup jantungnya menggila. Debat hari ini adalah final, dan semua orang tahu siapa yang akan menang. Alya bukan hanya pintar

n senyum tipis. Pak Burhan, pemilik yayasan Aruna, sekaligus ayah dari Sarah

eh pada putrinya. Pandangannya hanya t

ersinar," gumamnya pel

rik ayahny

. Dia bisa jadi lulusan terbai

api jelas nada suara ayahnya bukan sekadar komentar akademis. Ad

"Jangan sampai saat wisuda nanti, s

debatnya ketika suara lembut

anget ka

anggun berdiri di hadapannya. Ia mengenakan blouse branded, rias

kan?" tanya A

g namanya disebut-sebut semua dosen.

tkan dahi. "

..." Sarah menatapnya dari ujung kepala sampai kaki, "ng

tapi ada nada terselubung di dalamnya

erpustakaan, bahkan menawarkan Alya tumpangan pulang meski mereka tinggal di arah berlawana

tahu kapan bicara, kapan mendengarkan, ka

ternyata bukan hanya p

" tanya Sarah suatu malam saat

arga yang aku punya. Ayah meninggal waktu

eningan

Sarah. "Aku

rbiasa. Hidup nggak selalu adil, tapi aku se

semakin sulit ia membedakan mana yang murni misi dari

Gab

dekat dengan keluarga Burhan. Reza kuliah di fakultas bisnis, dan hampir tak pernah terlihat di ke

piri Alya. "Tadi kamu yang nanya soal

betulan topik skrips

pis. "Boleh ngobrol lain wak

membeku. Ia mengenal tatapan Reza.

us, bahkan sesekali mengantar Alya pulang. Sarah tak berkata apa-apa ia bukan tipikal perempuan posesif.

ama Reza, Bu Arini, tidak akan

rsama di parkiran, Sarah hanya tersenyum

an, siapa Rez

Tapi... aku gak pernah

menatapnya lurus. "Tapi kamu harus siap

h. Aku cuma takut suatu hari aku lupa jadi diri sendiri, de

k bisa m

h mulai tumbuh-antara ka

mencintai Alya. Bukan karena rencana, bukan karena warisan, tap

erbahaya dari sekada

m pe

rk

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Menantu Idaman Mama
Bukan Menantu Idaman Mama
“"Mama, aku sudah bilang, aku yang akan menentukan hidupku sendiri." "Aku memilih Alya, bukan karena aku ingin melawan Mama, tapi karena aku mencintainya." Mirna menertawakan dengan getir. "Alya? Gadis yatim piatu itu? Cucu seorang nenek tua yang tidak punya apa-apa? Apa Mama tidak cukup jelas selama ini? Pernikahan ini harus, untuk masa depan perusahaan, bukan sekadar cinta bodoh!"”
1 Bab 1 Nama yang Sering Disebut2 Bab 2 Tamu Tak Diundang dalam Hati yang Sibuk3 Bab 3 Pertunangan yang Sudah Lama Ditulis4 Bab 4 Aliansi Rahasia5 Bab 5 Permainan Persepsi6 Bab 6 Kilau yang Tak Terbantahkan7 Bab 7 Awal Baru, Langkah Lama8 Bab 8 Di Antara Lampu Kristal dan Luka Lama9 Bab 9 Luka yang Diam10 Bab 10 Ketika Permainan Usai11 Bab 11 Makan Malam dan Kisah Keluarga12 Bab 12 Perubahan yang Tak Terduga13 Bab 13 Saat Hujan Turun14 Bab 14 Di Titik Balik15 Bab 15 Titik Ujian16 Bab 16 Harga dari Sebuah Nama17 Bab 17 Bahagia yang Layak Dirayakan18 Bab 18 Buku Kosong dan Janji Besar19 Bab 19 Menantu yang Tidak Pernah Diimpikan20 Bab 20 Janji dalam Diam21 Bab 21 Rumah yang Tersembunyi, Tatapan yang Terang22 Bab 22 Bara dalam Senyap23 Bab 23 Yang Tak Pernah Diundang24 Bab 24 Titik Balik25 Bab 25 Ternyata Belum di Terima26 Bab 26 Jejak di Balik Senyum27 Bab 27 Bara yang Tersembunyi28 Bab 28 Retakan Tak Terlihat29 Bab 29 Foto yang Tak Seharusnya Ada30 Bab 30 Hujan di Dalam Rumah31 Bab 31 Suara yang Tak Didengar32 Bab 32 Retakan di Balik Nama33 Bab 33 Langit yang Tak Sama34 Bab 34 Langkah Menuju Pulang