icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pernikahan Tanpa Cinta 21+

Bab 6 Rumah yang Penuh Rahasia

Jumlah Kata:540    |    Dirilis Pada: 27/08/2025

mah yang P

epon yang ia pegang sambil berdiri di balkon. Sinar matahari pagi me

ana, suara Ma

anya pucat. Tasya itu butuh asisten untuk mengurus rumah, ng

n mata. Ia mena

perlu ART juga nggak masalah. N

T dari rumah. Sekalian supir juga, bi

M

inggal terima beres. Punya istri tapi n

pon ditutu

hasia rumah tangga mereka yang palsu bisa terbongkar kapan saja. Mereka memang sengaja tidak menyewa ART atau supir aga

engenakan blus kerja dan mententeng lembaran. Wajahnya masih pucat,

sapa Rad

ab Tasya ta

kerja hari ini

katanya cepat. "Aku nggak bisa kasih celah buat dicurigai.".. "Aku bisa menghadap

ntang bagaimana tubuhnya butuh istirahat, tentang betapa egoisnya dunia kolongmerat y

gan yang biasa. Dan ini b

ek, bilang," ka

atap Radit dengan mata l

tah tadi

ena durian. U

n. Lalu menatap jam.

pesan mobil sendiri a

pingsan di k

ak akan

ketakutan yang tersamar rapi di balik riasan tipis dan pakaian profesional Tasy

e layar laptop, menga

dulu sebelum

di ka

emarin, dan kamu ngga

u l

ucap Radit dalam hati. Tapi lagi

lan ke dapur, menuang air putih ke gelas,

n lupa

lalu tersenyum

ya yang menjauh dengan perasaan yang tak bisa ia definisikan. Di balik kebisuan dan jarak yang selama ini memisa

m Pe

rk

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pernikahan Tanpa Cinta 21+
Pernikahan Tanpa Cinta 21+
“"Radit..." Tasya menaruh sendok dengan hati-hati ke piring. "Hm?" "Aku hamil." Suara sendok Radit berhenti berdenting. Dia menoleh pelan, menatap mata istrinya untuk pertama kali malam itu. Wajahnya tidak menyimpan kegembiraan, juga tidak marah. Hanya bingung. Atau takut? "Hamil?" ulangnya, seolah tak percaya telinganya. Tasya mengangguk pelan. "Dua bulan." Keheningan menyelimuti ruang makan itu. Bunyi jam dinding terdengar seperti detak bom waktu. Radit menatap istrinya lebih lama dari biasanya. "Anak siapa?" tanyanya akhirnya.”