icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Balas Dendam Seorang Janda

Bab 5 sementara pikirannya berputar cepat

Jumlah Kata:1073    |    Dirilis Pada: 25/08/2025

ah hujan sore tadi. Langit dipenuhi awan kelabu, seolah menutupi cahaya bulan agar tak terlalu terang. Lyra duduk di kursi kayu usang

agi jawaban. Musuh telah menemukan jejak mereka, dan hanya masalah waktu sebelum pasu

asih melekat di tubuhnya, tetesan air jatuh dari ujung rambutnya. "Aku sudah keliling. Ad

h cepat. "S

nar dugaanmu, ini bukan lagi sekadar perburuan kecil. M

ke layar. "Aku berhasil menyusup ke server komunikasi mereka." Ia meletakkan tablet di meja. "Lihat. Ada pesan yang jela

ama sandi itu adalah bagian masa lalunya sebagai pasuka

rimnya?" tan

ipsi berlapis. Tapi pola kode ini... hanya organisasi tingkat negara y

unggungnya, aura pemimpin kembali muncul di wajahnya. "Kalau begitu

at alis. "Sera

ta bisu yang tak berguna. Mereka pikir aku bisa dipojokkan. A

atiran. "Kalau kau lakukan itu, berarti kau membu

r. Tapi jika terus bersembunyi, anak-anaknya akan

ya dingin. "Yang penting,

kal, duduk sambil memeluk boneka kelinci yang sudah lusuh. Liam, si tengah, memandang kakaknya dengan mata g

an Paman Renard," gumam Elara. "Aku de

akan lindungi kalian!" kata Kael de

i kita hanya anak-anak. Ap

enang, senyumnya hangat meski sorot matanya penuh kekuatan. I

ya lembut. "Mama ada di sini. Tid

kaca. "Mereka bilang Mama bisu. Tapi Mama bisa bicar

tinya sebagai seorang ibu. Ia terbiasa menghadapi p

api Mama tidak akan pernah meninggalkan kalian

bunya dengan mantap. "Kalau begitu, ajari kami j

ecil, tapi keberanian mereka nyata. Mungkin inilah saatnya.

hana. Ethan membuat target dari batang kayu. Renard menyiapkan perangkat elek

anak kecil biasa. Kalian adalah anak-anak Rav

enggam bonekanya erat, sementar

wati rintangan. Ethan melatih mereka teknik pernapasan agar tidak panik saa

epohonan. Liam meski penakut, ternyata punya konsentrasi tinggi dan tak mudah goyah. Ka

rasa bersalah juga tumbuh. Anak-anak seusia mereka seharusnya berm

ri Lyra. "Kau benar-benar melat

ungi mereka selamanya. Jika sesuatu terjadi

s. "Aku baru saja memecahkan sebagian

leh cepat

perburuan ini... ad

arcus adalah komandan tinggi yang dulu mengk

at penuh amara

i ini bukan hanya masalah pengkhianatan pribadi. D

kan pasukan bayaran untuk menutupi operasi gelap.

begitu, kita tidak hanya melawan untuk bertahan hidup. Kita akan membongkar semua ke

. Elara memeluk boneka, Liam menggenggam selimut erat, Kael bahkan tidur den

eka tumbuh dalam ketakutan. Jika Marcus ingin perang,

ai terbentuk di kepalanya. Serangan balik yang akan

ya sedang bersembunyi. Ia kembali menjadi sosok yang dulu ditakuti di medan perang-na

aru pun

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Balas Dendam Seorang Janda
Balas Dendam Seorang Janda
“Ardena Alverio, seorang anggota pasukan khusus dengan kemampuan tempur luar biasa dan kecerdasan strategi yang sulit ditandingi. Ia selalu berada di garis depan, melindungi negaranya tanpa pernah ragu. Namun, pengkhianatan datang bukan dari musuh, melainkan dari dalam negaranya sendiri. Ia dijebak, dikhianati, dan akhirnya harus menghadapi kematian yang tragis. Ketika ia membuka mata, Ardena terbangun dalam tubuh wanita asing bernama Lyra Elvine-seorang janda muda yang bisu, lemah, dan sering diremehkan orang sekitar. Lebih mengejutkan lagi, Lyra memiliki tiga anak kembar yang masih kecil dan bergantung sepenuhnya padanya. Bisu? Dunia terkejut saat Lyra tiba-tiba bisa berbicara dengan suara yang lantang. Lemah? Mantan tentara bayaran mulai bersujud, menyebutnya "Bos." Tak berguna? Seorang hacker jenius memanggilnya "idola," sementara seorang ahli medis terkenal memohon untuk menjadi muridnya. Namun, ada satu hal yang membuat Ardena kewalahan-ia tidak pernah belajar bagaimana menjadi seorang ibu. Kini, di antara senjata, strategi, dan dunia penuh intrik, ia harus berjuang menjalani kehidupan baru: bukan hanya sebagai seorang pejuang, tetapi juga sebagai seorang ibu bagi tiga anak yang menatapnya dengan penuh harapan.”