“Setelah tiga tahun di luar negeri, Emma Fowler kembali ke tanah airnya dan mendapati dirinya dikirim ke ranjang Nathan Tate sebagai pendamping. Malam penuh gairah mereka mengungkapkan bahwa Nathan sama sekali tidak mengenalinya. Dia sungguh terpesona dengan perubahan dalam dirinya. Emma memilih untuk tidak mengungkapkan identitas aslinya dan malah mengirimkan pesan diam-diam, menanyakan apakah janji pernikahan yang pernah dibuatnya masih berlaku. "Aku selalu menganggapmu sebagai saudara," jawabnya dengan dingin. Kata-katanya menusuk hati Emma. "Janji-janji itu sekadar untuk menenangkan hatimu saat kamu menjalani pengobatan di luar negeri. Kita sudah selesai. Jangan hubungi aku lagi." Emma dengan tenang mematikan ponselnya, memutuskan kerinduan sepuluh tahun lamanya. Namun pada hari dia berencana pergi, mata Nathan berkaca-kaca saat dia berlutut di depannya, memohon dengan suara lirih. "Emma... jangan tinggalkan aku. Kamu bilang kamu akan menikah denganku..." Dia melepaskan genggamannya tanpa ragu. "Kamu bilang aku seperti saudara bagimu..."”