emua konsentrasinya. Bahkan dia tidak ingat untuk menghabiskan makan si
tu namun Qiena yang larut dalam pekerjaan tida
dia melihat box makan sian
dak mengingat apapun selain pekerjaan dan tidak heran
kerja Qiena sementara yang di panggil namanya itu hanya b
. Lagi pula proyek mall ini masih lama akan dibahas dengan partner kita yang tak lain juga perusahaan suami mu sendiri." Amber mengoceh me
ror. "Jika sudah selesai aku bisa bersantai dengan Jack, kau periksa ya
yang sangat rapi. "Sayang kau sudah selesai ?" tanya Sean dengan memberikan senyuman kepada istrinya it
enar-benar tidak menyangka Sean akan berada di sana sehing
enitipkan Yasmine ke rumah ayah ku ka
nya Qiena berantaka
anya dari awal." Sean perlahan mendekati Qiena dan dia menarik pinggang istrinya itu agar lebih dekat dengannya. Jemari Sean membenarkan
an yang ingin dia lontarkan. Genggaman jemari Sean untuknya tera
*
a diam, dia lalu mengingat pons
ternyata ponselnya tertinggal di atas meja kerja. Menutup
ang tidak bisa meninggalkan ponsel
ggal, bisa kita kembal
kau ingin, t
dia membuka percakapan diantara mereka. Meski sebenarnya dia adalah tipe pria yang tidak banyak bic
sulit tapi demi cintanya kepada Qiena d
gin bertanya kita k
mana ?" tanya Qie
ada di Brasil." Apa yang di katakan Sean mem
endiri Sean aku b
u dan dia juga yang meminta ku untuk memaksa jika kau tidak mau." Mendengar
koper Qiena sudah ada di bandara jadi setelah dari kantor mereka akan langsung ke bandara.
iena pada akhirnya karena dia tidak ingin
pi saat wanita itu ingin membuka mulutnya tiba-tiba ponsel Sean berbunyi. Sean yang melihat na
enjawab panggilan dar
Aku menelponnya tapi
nggal di meja kantor," ujar Qien
ra berikan aku dan ibu mu cucu lagi. Bye sayang kami mencintai mu,"] ucap
seorang diri, sementara Qiena hanya bisa pasrah akan keadaan saat ini. Ta
oleh orang ayah ku dan sepertinya ayah mu juga sudah mengetahuinya." Qiena terdiam, dia tida
ena ingin memasti
i !" Nada bicara Sean yang dingin membuat Qiena berdecih dan benar-benar tidak
ia lain ? tidakkah kau merasa dirimu yang ti
kinya.Kau juga sudah mengatakan setuju, lagi pula aku
ngan orang tua mu
baik-baik saja dan kau pasti bisa menjaga nama baik keluarga kita dan juga nama besar keluarga kita berdua. Aku sudah
ena hanya mampu diam. Dia benar-benar harus memikirkan rencana untuk
menyangkut urusan nama baik keluarga mereka, da
kembali," ujar Qiena begitu mobil
pada Qiena tadi, dia tidak berbohong mengenai yang dia
terus p
ambu
/0/2730/coverbig.jpg?v=1e4a864a7bd0932a298738a067ff4eeb&imageMogr2/format/webp)