dah dua hari Qiena tidak masuk untuk bekerja selama dua hari itu dari pagi hingga sore dia menemani Yasmine lalu malam hari dia pergi dengan Jack tentu
a Jack akan bertanya tentang keluarganya. Meski Qiena tahu dia tidak bisa terus-terusan menghindar, Qiena
eh ?" tanya gadis kecil ya
mengajak Yasmine untuk keluar dari tempat bermain itu
ber 2 yang sebenarnya adalah Jack membuatnya tersenyum. Ternyata Jack mengatakan jika dia tidak bisa bertemu dengan Qiena malam ini karena dia harus menggantikan temannya di sebuah acara musik. Meski se
*
pembantu rumah tangga mereka. Sean menuju ruang keluarga karena mendengar suara televisi, lalu senyumannya terukir saat melihat Qiena ada disana. Awalnya Sean merasa tidak ada yang aneh, tapi setel
Amber 2 lah yang dia lihat, lalu dia langsung menyentuh bahu Qiena membuat wanita itu terkejut. Raut wajah Qiena yang ter
g dia lakukan ini, tidak pernah mereka seperti ini sebelumnya dia ta
seperti sangat canggung dengan jarak mereka saat ini. Sean lalu
akan ?" tany
i restoran kesukaannya." Sean begitu bahagia mendengar semua yang Qiena katakan. "K
u menemani
nanti aku panggil." Qiena tersenyum dan pergi dari ruang
*
sepenuhnya bisa berkonsentrasi dengan apa yang sedang dia kerjakan. Qiena merasa Sean sangat berbeda, dan uc
ntuk memanggil Sean, saat Qiena membuka pintu ternyata Sean sedang duduk
dan Sean langusng
aling berhadapan dengan jarak yang tidak dekat namun Sean bisa mendengar tarikan napas Qiena yang terde
tak itu perlahan. Sean mengambil posisi di belakang Qiena
eberapa saat, dia meneliti liontin itu dan rasa hangat kemba
r-benar tidak menduga hal ini, dia seperti diberikan beban yang tidak bisa dia bawa. Sean melepask
k karena harus melepaskan pemberian pria itu. Sean selesai memakaikan rantai pemberiannya lalu memutar tubuh Qiena untuk menghadapnya. Dia tersenyum
. Sean kembali memeluknya dan berbicara "Lihat rantainya sangat cocok dengan mu, ku harap kau
semuanya dan aku berjanji akan membuat kau dan Yasmine bahagia." Sean ingin mendekatkan wajahnya ke Q
h dingin dan angkuh dengan rahang sempurna itu kini berubah ekspresinya jika dekat
tara Qiena yang hanya memakan buah-buahan yang dia iris sambil memikirkan kisah percintaannya. Sepertinya dia harus meluruskan semua ini segera,
inya. Qiena tidak benar-benar tidur, dia hanya memejamkan mata sementara pikirannya terus menga
c.
/0/2730/coverbig.jpg?v=1e4a864a7bd0932a298738a067ff4eeb&imageMogr2/format/webp)