icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sang Mantan Kembali

Bab 37 sekadar urusan pribadi

Jumlah Kata:915    |    Dirilis Pada: 13/08/2025

in menerpa. Aruna berdiri di dekat jendela, memandangi kabut tebal yang menutupi pepohonan di luar. B

ria tua yang m

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sang Mantan Kembali
Sang Mantan Kembali
“Aruna Prameswari dicap sebagai perempuan mandul setelah empat tahun menikah tanpa pernah mengandung. Tekanan keluarga semakin menjadi ketika mertuanya, yang tak pernah menyukainya, merancang berbagai cara agar sang putra menceraikannya. Hari itu, keputusan cerai akhirnya diketok. Namun tak disangka, hanya sehari setelah bebas dari pernikahan yang pahit, sebuah insiden mengubah hidup Aruna selamanya-seorang pria asing yang terpengaruh obat perangsang menerobos masuk ke kamar hotelnya. Lampu yang sengaja dipadamkan membuat Aruna tak pernah tahu siapa dia. Malam itu menjadi malam pertama yang tak pernah ia berikan pada mantan suaminya. Tiga tahun kemudian, Aruna kembali ke Canberra bersama seorang bocah laki-laki yang memiliki tatapan tajam dan senyum yang menggemaskan. Saat tak sengaja bertemu, seorang presdir muda ternama, Dion Alverado, menatap anak itu dan tanpa ragu mengaku sebagai ayahnya. Belum sempat Aruna mencerna kebenaran yang perlahan terungkap, mantan suaminya, Revan Mahadipa, kembali mendekat. Kali ini, Revan menawarkan hidup baru yang penuh kebahagiaan dan penebusan dosa. Kini Aruna dihadapkan pada pilihan paling rumit dalam hidupnya-menerima ayah biologis anaknya yang misterius itu, atau kembali ke pelukan mantan suami yang masih ia cintai.”
1 Bab 1 menjadi saksi hancurnya hati Aruna2 Bab 2 saling kenal 3 Bab 3 tak pernah punya masalah4 Bab 4 Dari jendela apartemen5 Bab 5 Pilih salah satu. Atau kehilangan keduanya6 Bab 6 memberi isyarat agar tetap diam7 Bab 7 Aku tahu kamu masih syok8 Bab 8 membuat sarapan untuk Aiden9 Bab 9 mengubah hidup10 Bab 10 hasil tes DNA11 Bab 11 Saya tidak bermaksud mengganggu kehidupan siapa pun12 Bab 12 Gedung Pengadilan Keluarga13 Bab 13 Aruna memegang amplop14 Bab 14 tengah malam15 Bab 15 Pengakuan Raditya16 Bab 16 menjadi satu-satunya17 Bab 17 memperbaiki luka18 Bab 18 Raditya tiba lebih awal19 Bab 19 tekanan dari media20 Bab 20 Satu bulan lagi21 Bab 21 hari terakhir sidang22 Bab 22 mengenalnya23 Bab 23 kelelahan24 Bab 24 menentukan nasib25 Bab 25 ruang tamu26 Bab 26 keributan27 Bab 27 Hari ini bukan hari biasa28 Bab 28 Arah belakang29 Bab 29 pelukan Aruna30 Bab 30 justru semakin pekat31 Bab 31 Mobil yang mereka tumpangi32 Bab 32 setiap kali ia menarik33 Bab 33 berteriak jauh34 Bab 34 pikirannya tak mau tenang35 Bab 35 peristiwa semalam36 Bab 36 menyembunyikan amarahnya37 Bab 37 sekadar urusan pribadi38 Bab 38 mengancam39 Bab 39 Tidak ada suara40 Bab 40 sedikit hangat41 Bab 41 membuat Aruna tak bisa memejamkan mata