“Alana Evander, seorang pewaris tunggal yang dikenal keras kepala dan pemberani, terjerat dalam takdir yang tak pernah ia inginkan: perjodohan. Ia harus menikah dengan Michael Jackson, seorang CEO sekaligus bos mafia yang terkenal kejam dan tak berperasaan. Bagi Alana, pria itu tak lebih dari monster yang akan merenggut kebebasannya. Ia benci perjodohan ini, membenci keluarganya yang memaksanya, dan terutama membenci Michael Jackson, pria yang bahkan belum pernah ia temui. Alana mencoba segala cara untuk kabur, namun semua usahanya sia-sia. Rumahnya diawasi ketat, ia seperti burung yang sayapnya dipatahkan. Hari pernikahan yang paling ia benci pun tiba. Dengan hati hancur dan air mata tertahan, ia terpaksa mengenakan gaun pengantin bak kain kafan, menyaksikan harapan terakhirnya untuk bebas sirna. Di altar, ia melihat sosok Michael yang dingin, tanpa senyum, seolah-olah ia adalah mangsa yang siap ditaklukkan. Meskipun Alana menolak, Michael tetap mengucapkan janji suci pernikahan dengan mantap. Dunia Alana runtuh saat kata "Sah" menggema. Ia resmi menjadi istri seorang pria yang ia benci. Setelah pesta usai, malam pernikahan yang seharusnya romantis berubah menjadi neraka. Michael mengancam dan memperingatkannya agar tidak macam-macam. Ia menyeret Alana ke kamar mereka, mengunci pintu, dan mengumumkan bahwa Alana kini miliknya. Terjebak dalam ikatan pernikahan yang penuh kebencian, Alana hanya bisa menangis, menyadari bahwa inilah awal dari neraka yang akan ia jalani bersama suaminya, sang monster.”