icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bingkai Suami, Keadilan Sengit Istri

Bab 2 

Jumlah Kata:582    |    Dirilis Pada: 04/08/2025

ak dengan kepercayaan diri yang sama yang memikat para juri dan melucuti senjata lawan

i mobil, tubuhku mengingat saat kehadirannya ber

enganku. Sentuhan itu dimaksudkan untuk meya

emotong udara, manis dan memuakkan. "Ki

le

nku seolah-olah panas. Dia menoleh pad

angan dalam gaun putih, rambut pirangnya menangkap cahaya sore. Dia ber

matanya berkilauan dengan air mata yang belum tumpah.

kami. Nada suaranya tegas, sebuah perintah halus. "Valerie telah

ritahuku bahwa aku berutang sesuatu padanya. Ke

atakan sesuatu, apa saja, tetapi Baskara mera

an. Gumaman percakapan berhenti. Semua mata tertuju pad

ihatannya...

yahnya sendiri.

darinya? Dia bukan apa-a

keluarga sampah. Pernah d

ran waktu kuliah hukum. Merek

i tegang. Dia menarikku lebih dekat, lengannya melingkari bahu

" bisiknya di telingaku,

uhku adalah balok es. Aku tidak bersandar padany

an sengaja, aku men

s sesuatu-kebingungan, mungkin bahkan sakit hat

lah mimpi buruk. Setelah hari yang penuh tekanan. Dia

nya orang yang kubutuhkan perlin

tuh perlindu

mengendalikan reaksiku, dan itu mengganggunya. Dia men

eras, suaranya menggelega

itu lang

i kerumunan. "Ini istriku, Kirana Aditama. Dia telah mela

u sama performatifnya

terkuat yang kukenal, dan dia sudah pulang. Bersamaku. Jika ada yang pu

i teras. Orang-orang bergeser tid

murni di matanya sebelum digantikan oleh ekspresi khasnya yang rapu

apnya seca

, suaranya berdering dengan ketulusan pals

erkunci dengan mataku. "Tolon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bingkai Suami, Keadilan Sengit Istri
Bingkai Suami, Keadilan Sengit Istri
“Suamiku, Baskara Aditama, adalah jaksa bintang di Jakarta, pria yang menyelamatkanku dari masa lalu yang kelam. Atau begitulah yang kupikirkan. Nyatanya, dialah pria yang mengirimku ke penjara, menjebakku atas kejahatan yang tidak kulakukan demi melindungi mantan pacarnya, Valerie. Tiga tahunku di Lapas Cipinang adalah pusaran beton dan seragam abu-abu yang monoton. Wanita yang masuk ke sana, seorang desainer grafis sukses yang mencintai suaminya, telah mati di dalam. Saat aku akhirnya dibebaskan, aku berharap melihatnya, tetapi dia malah mengirim seorang asisten untuk "membersihkan energi burukku." Lalu aku melihat mereka: Baskara dan Valerie, mengadakan pesta "selamat datang" untukku, wanita yang mereka jebloskan ke balik jeruji besi. Mereka memamerkanku, memaksaku minum sampanye sampai aku mengalami pendarahan internal akibat tukak lambung yang pecah. Baskara, sang pelindung setia, langsung bergegas ke sisi Valerie, meninggalkanku yang bersimbah darah di lantai. Dia bahkan memalsukan laporan medisku, menyalahkan kondisiku pada alkohol. Aku terbaring di ranjang rumah sakit itu, sisa-sisa harapan terakhirku layu dan mati. Aku tidak bisa menangis. Perasaan ini terlalu dalam untuk ditangisi. Aku hanya tertawa, suara yang liar dan gila. Aku ingin menghancurkannya. Bukan penjara. Aku ingin dia kehilangan segalanya. Kariernya. Reputasinya. Valerie-nya yang berharga. Aku ingin dia merasakan apa yang kurasakan.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 18