“Sarah merasa hancur saat suaminya, Dimas, lebih memprioritaskan Citra, sahabatnya, daripada dirinya yang sedang mengandung. Di saat rentan itu, Citra mulai menunjukkan ambisi tersembunyi untuk merebut Dimas. Sarah kini dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan pernikahannya yang rapuh, atau memperjuangkan kedamaian dan harga dirinya sendiri. Manakah jalan yang dipilih oleh Sarah?”