icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Rivalku, Harapan Satu-Satuku

Bab 2 

Jumlah Kata:949    |    Dirilis Pada: 30/07/2025

dingin dan gelap yang menarikku ke bawah. Paru-paruku

kan kenanga

jak dalam diriku. Aku tidak akan mati di sini. Aku

t protes. Kepalaku berhasil menembus permukaan air,

e yang menggigil dengan jaketnya, berbisik di telinganya. Alaric, Darius

tidak repot-re

u telah memberinya segalanya. Sekarang aku tahu. Dia tidak pernah melihatku sebagai manusia. Aku adalah sebuah pial

Aku harus hidup untuk me

kolam. Jari-jariku menggores beton saat aku mengangkat tubuhku yang basah kuyup. Aku ter

yang datan

anya, Darius berbalik. "Oh, Azalea. Ka

na. "Kami harus menolong Isolde dulu. Dia tidak bisa berenang

angguk setuju, ekspres

a?" tanya Alaric,

ah mereka, pria-pria yang pernah kusebut teman.

untuk berdiri, gaunku yang basah menempel di tubuhku. Aku kedingin

aju ganti. Aku tidak mau kenyamanan palsu me

mereka di tepi kolam. Aku bisa me

ggu!" panggi

ouse, meneteskan air di karpet mahal, dan langsun

oba membersihkan perasaan air kolam, perasaan pengkhianatan mereka. Tapi i

selku bergeta

rasa lebih baik. Beri tahu

adi. Seharusnya kami lebih cepat. Biarkan a

tuk menghiburmu. Sebuah notifikasi menyusul. Depo

eka pikir aku adalah gadis naif yang sama yang akan

esan-pesan itu

laric mengirimiku gelang berlian yang kukagumi tahun lalu. Darius menawariku terbang ke Paris untuk berbel

abaikan

ang dulu kusukai. Aku tahu Alexander dan Isolde akan ada di sana. A

rima und

lde, yang mengenakan gaun sederhana namun elegan. Dia tampak tidak pada tempatnya,

suatu pada Isolde, dan Isolde menatapku, matanya lebar d

auh, sebuah penghinaan

ius langsung b

, meletakkan tangan yang menenangka

tas untukmu,"

uk mengungkap kemunafikan mereka di depan seluruh

gelombang mual. Ini adalah tangan yang sama yang sua

ku. "Aku bisa menj

atapan, bingung de

embut. "Kami semua menunggu keput

ecil yang misterius. "Kalia

nangan kecil yang memuaskan. Biarkan mere

angan, membelikannya sampanye mahal, memperkenalkannya pada orang-orang berpengaruh. Setiap

untuk menunjukkan padaku apa yang kulewat

alu, itu akan berhasi

i adalah hantu. Alexander Adhitama yang sebenarnya adalah oran

al sebagai "Jantung Samudra." Itu bukan hanya perhiasan. Itu legendaris, pe

kepada ibuku di hari pernikahan mereka. Setelah ayah meningg

gian dari cinta yang nyata dan tulus. Itu adalah segalanya y

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Rivalku, Harapan Satu-Satuku
Rivalku, Harapan Satu-Satuku
“Di hari ulang tahunku, ibuku bilang sudah waktunya aku memilih seorang tunangan dari deretan bujangan paling bergengsi di Jakarta. Dia mendesakku untuk memilih Alexander Adhitama, pria yang kucintai dengan begitu bodohnya di kehidupanku yang sebelumnya. Tapi aku ingat bagaimana akhir kisah cinta itu. Di malam sebelum pernikahan kami, Alexander memalsukan kematiannya dalam sebuah kecelakaan jet pribadi. Aku menghabiskan bertahun-tahun sebagai tunangannya yang berduka, hanya untuk menemukannya hidup dan sehat di sebuah pantai, tertawa bersama mahasiswi miskin yang pernah kubiayai secara pribadi. Mereka bahkan sudah punya seorang anak. Saat aku mengonfrontasinya, teman-teman kami-pria-pria yang dulu berpura-pura menghiburku-justru menahanku. Mereka membantu Alexander melemparku ke laut dan hanya menonton dari dermaga saat aku tenggelam. Saat air menelan kepalaku, hanya satu orang yang menunjukkan emosi yang sesungguhnya. Rival masa kecilku, Darrian Kencana, meneriakkan namaku saat mereka menahannya, wajahnya dipenuhi duka. Hanya dia yang menangis di pemakamanku. Saat membuka mata lagi, aku kembali ke penthouse kami, seminggu sebelum keputusan besar itu. Kali ini, saat ibuku memintaku memilih Alexander, aku memberinya nama yang berbeda. Aku memilih pria yang meratapi kematianku. Aku memilih Darrian Kencana.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 2021 Bab 21