icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan

Bab 2 

Jumlah Kata:748    |    Dirilis Pada: 30/07/2025

teknologi Nusantara, memancarkan kepercayaan diri yang datang dari kehidupan tanpa rintangan. Aku adalah anak bea

gan kegigihan yang terarah yang sekali

nya suatu malam, di bawah langit penuh bintang. "Hanya kamu

kemungkinan yang hanya pernah kubaca. Tapi aku selalu sadar akan bisikan-bisikan, tatapan tidak setuju dari k

untuk membuktikan

lus, aku menerimanya. Awalnya kami merahasiakan hubungan kami. Aku ingin mendapatkan

an hari libur, bertahan hidup dengan kopi dan ambisi. Aku pernah bekerja selama tiga hari berturut-turut untuk proposal proyek besar,

. Kupikir jika aku bisa menjadi tak tergantikan, jika aku bisa mencapai cukup ban

asiku tak terbantahkan. Bara bangga padaku. Dia akan memba

n umum adalah hari terbahagia dalam hidupku. Dia mengumumkan pertunangan kami kepada

Santoso kemb

n rasa berhak yang seluas dana perwaliannya. Dia telah tinggal di luar ne

ubah. Waktu yang dihabiskan B

katanya ketika membatalkan rencana makan malam kami

panggilan yang lucu dan akrab.

r pekan penuh. Media sosialnya, yang dulu dipenuhi foto-foto kami, kini menjadi galeri petualanga

ku menegang karena cemburu yang

asmine. Dia seperti saudara

sama. Dia seperti

tidur tanpa sepatah kata pun. Aku akan terjaga, menatap langit

a. Dia mencintaiku. Kami akan menikah. Aku telah mencurahkan bertahun-tahun hidupku, keringat dan jiwaku, ke dalam

i perutku. Aku memilih untuk memercayai kebohongannya

elaannya terhadap Helena, prioritasnya pada 'perjalanan bisnis' di ata

diriku mencoba membuat alasan. Sampa

p ilusi yang kupegang erat. Tidak ada perj

gan. Kebohongan yang dala

telah meninggalkanku di saat tergelapku untu

ah kebohongan yang menyedihkan dan tran

erasku tidak memberiku tempat di sisinya. Itu hanya menjadikanku pengganti y

ia. Cinta yang kupikir ka

keputusan. Itu adalah kepastian. Fakta

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
“Duniaku hancur berkeping-keping oleh sebuah panggilan telepon panik: ibuku diserang seekor anjing. Aku bergegas ke unit gawat darurat, hanya untuk menemukan beliau dalam kondisi luka parah, sementara tunanganku, Bara, bersikap acuh tak acuh dan kesal. Dia datang dengan setelan mahalnya, nyaris tidak melirik ibuku yang berdarah sebelum mengeluh tentang rapatnya yang terganggu. "Ada ribut-ribut apa, sih? Aku sedang rapat." Lalu dengan mengejutkan, dia membela anjing itu, Brutus, milik teman masa kecilnya, Helena, dengan mengklaim anjing itu "hanya suka bermain" dan ibuku "mungkin membuatnya takut." Dokter berbicara tentang "luka robek yang parah" dan infeksi, tetapi Bara hanya melihatnya sebagai sebuah gangguan. Helena, si pemilik anjing, muncul, berpura-pura khawatir sambil menyeringai penuh kemenangan ke arahku. Bara merangkulnya, menyatakan, "Ini bukan salahmu, Helena. Ini kecelakaan." Dia kemudian mengumumkan akan tetap melanjutkan "perjalanan bisnis triliunan rupiah" ke Singapura, dan menyuruhku mengirim tagihan rumah sakit ke asistennya. Dua hari kemudian, ibuku meninggal karena infeksi. Saat aku mengurus pemakamannya, memilihkan baju untuk peristirahatan terakhirnya, dan menulis pidato duka yang tak sanggup kubacakan, Bara tidak bisa dihubungi. Ponselnya mati. Lalu, sebuah notifikasi Instagram muncul: foto Bara dan Helena di atas kapal pesiar di Maladewa, dengan segelas sampanye di tangan, dan keterangan: "Menikmati hidup di Maladewa! Liburan spontan memang yang terbaik! #blessed #singapurasiapa?" Dia tidak sedang dalam perjalanan bisnis. Dia sedang berlibur mewah dengan wanita yang anjingnya telah membunuh ibuku. Pengkhianatan itu terasa seperti pukulan telak. Semua janjinya, cintanya, perhatiannya-semua kebohongan. Bersimpuh di pusara ibuku, aku akhirnya mengerti. Pengorbananku, kerja kerasku, cintaku-semuanya sia-sia. Dia telah meninggalkanku di saat tergelapku demi wanita lain. Semuanya sudah berakhir.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 12