icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Janda Rasa Melon

Bab 5 Janda

Jumlah Kata:1546    |    Dirilis Pada: 27/07/2025

embut menyapu pepohonan, dan suara jang

nya seperti biasa, menawarkan teh hangat, menanyakan lelahnya, namun ada satu hal yang s

si makan. "Katanya kalau kamu mau main ke Karawang, bes

menggantung di bibir. Ia menunduk sediki

s," ucapnya pelan. "Gak enak

gan. Gak tiap bulan lho bis

Lagian, kayaknya belum waktunya. Nanti aja kalau

yang tenang dan tidak banyak alasan. Ia tidak mencium ada yang janggal-baginya,

i. Bukan karena ia ingin menyembunyakan sesuatu, tapi lebih karena dirinya sendiri belum mengerti sepen

mereka. Di luar, suara serangga dan desir angin menjadi satu-satunya latar, s

nnya jauh-melayang-layang ke arah Karawang, ke ar

bir pelan, mere

ang... apakah beliau aka

awarkan makanan, bercerita dengan senyuman ramah dan suara berat yang menenangkan. Lelaki itu mungkin tak mud

jalan-jalan... lalu bagaimana kalau nan

, dan... terlalu lama. Lebih buruk lagi, Vina masih bisa merasakan tekanan samar di perutnya-yang tidak mungkin ia salah tafsirkan.

k memberi tahu Ryan bahwa ia datang tadi siang. Ba

Kenapa tidak sekalian bilang

antara mereka. Halus dan tak kasat mata, tapi nyata. Rasa

yan menggeliat sebentar di s

baik. Terlalu percaya

menjaga dirinya sendiri, karena ia pun tahu... jika terlalu sering berada de

*

g tanpa harus diun

diri di depan cermin di kamarnya. Ia mematut dirinya-rambut dikuncir, blus putih lengan panjang, dan rok hitam yang

sejak subuh, seperti biasa. Pagi-pagi tadi, sempat mengecup keningnya s

atap layar ponsel, bersiap memes

di atasnya, Pak Abdullah duduk tenang, helm masih tergantung di setang, mengenakan jaket k

ak tergagap, buru-bu

enebak apa yang ia pikirkan. "Kebetulan, Bapak mau balik ke Karawang pagi

nak. "Loh, tapi..

lang kamu gak bisa ikut. Bapak maklum. Tapi setidakn

saja. Tapi bisa juga tidak. Ia tak bisa mengusir bayangan pelukan kemarin. Ia bahkan tak yakin ap

ak Abdullah langsung menyusup ke hidungnya. Bukan wangi ya

ngin pagi lumayan kencang," ujar P

nahan bagian belakang jok, menjauhi tubuh lelaki

kecilnya, Vina tahu... perjalanan pagi ini mungkin akan menjadi awal dari sesuatu yang lebih rumit dari seka

yum samar di sudut bibirnya, seolah menikmati kebersamaan ini, seolah tak ada yang salah. Tak lama motor sudah berbel

akasih ya, Pak. Hati-hat

ari balik helm, lalu memb

e Ana dan yang lainny

h, Pak." B

pa, Vin. Jangan lupa kalau butuh apa-apa bilang s

ter

uko. Ada sesuatu yang tertinggal di dadanya-sebuah rasa yang b

nak berdenting riang dari speaker kecil di pojok ruangan. Tapi Vina seperti tak benar-benar berada di sana. Tubuhnya sibuk melaya

memejamkan mata, sekilas bayangan itu muncul. Saat dia turun dari boncengan motor, matanya tak sengaja melihat celana Pak Abdullah

atinnya. Vina buru-buru mengutuk dirinya sendiri, menyalahkan pikirannya

emanggil, "Vin, tolong bantu ibu

a cepat, mencoba kem

k termangu di warung kopi pinggir jalan yang te

k...' batinnya, sambil menatap kosong ke arah j

terlalu percaya kalau Ryan yang selalu bertani dan menj

ng, tubuhnya letih, ta

ya menyimpan luka yang dipen

h aku membantunya agar cepat punya anak? Ah,

g satu lurus, penuh keteguhan dan harga diri sebagai seorang ayah mertua. Yang satu l

a, masih tertinggal di kampung, di ruko bahkan di dada Vina, menantu

t oleh Pak Abdullah. Sebuah rasa yang diam-diam tumbuh, menyelinap pelan-

ergaul dengannya. Namun entah mengapa, hanya Vina-istri Ryan, anak bungsunya-yang mampu mengguncang batinnya secara berbeda. Rasa

bayangan Vina tetap datang, lewat hal-hal sepele: langkah anggunnya membawa nampan teh, tawa kecilnya saat menyambut tamu, atau tat

lagi, dengan alasan

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Janda Rasa Melon
Janda Rasa Melon
“CERITA DEWASA LUAR BIASA Janda Rasa Melon, bukan cerita biasa-biasa. Mungkin ada beberapa adegan yang sekilas ada kemiripan dengan yang lain, tapi saat kamu masuk lebih dalam, kamu akan tahu, ini benar-benar beda. Karena akan mengajakmu menyelam, bukan hanya menikmati. Di balik gejolak batin, ada pesan yang mendalam. Tentang cinta, keraguan, dan cara memahami pasangan-lebih dari sekadar fisik dan nafsu semata. 'Janda Rasa Melon' bukan cerita dewasa yang hanya dipenuhi 'Oh yes oh no' atau sekedar hiburan receh yang bisa dilewatkan begitu saja. Tapi ini cermin untuk siapapun yang sedang mencari atau sudah punya pasangan. Selamat membaca dan merenung di setiap bab-nya yang sarat makna.”
1 Bab 1 Janda2 Bab 2 Janda3 Bab 3 Janda4 Bab 4 Janda5 Bab 5 Janda6 Bab 6 Janda7 Bab 7 Janda8 Bab 8 Janda9 Bab 9 Janda10 Bab 10 Janda11 Bab 11 Janda Melon - 112 Bab 12 Janda Melon - 213 Bab 13 Janda Melon - 314 Bab 14 Janda Melon - 415 Bab 15 Janda Melon - 516 Bab 16 Janda Melon - 617 Bab 17 Janda Melon - 718 Bab 18 Janda Melon - 819 Bab 19 Janda Melon - 920 Bab 20 Janda Melon - 1021 Bab 21 Janda Melon - 1122 Bab 22 Janda Melon - 1223 Bab 23 Janda Melon - 1324 Bab 24 Janda Melon - 1425 Bab 25 Janda Melon - 1526 Bab 26 Janda Melon - 1627 Bab 27 Janda Melon - 1728 Bab 28 Janda Melon - 1829 Bab 29 Janda Melon - 1930 Bab 30 Janda Melon - 2031 Bab 31 Janda Melon - 2132 Bab 32 Janda Melon - 2233 Bab 33 Janda Melon - 2334 Bab 34 Janda Melon - 2435 Bab 35 Janda Melon - 2536 Bab 36 Janda Melon - 2637 Bab 37 Janda Melon - 2738 Bab 38 Janda Melon - 2839 Bab 39 Janda Melon - 2940 Bab 40 Janda Melon - 3041 Bab 41 Janda Melon - 3142 Bab 42 Janda Melon - 3243 Bab 43 Janda Melon - 3344 Bab 44 Janda Melon - 34