icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Suamiku Dingin, Hatinya Beku

Bab 5 mencoba membersihkan diri

Jumlah Kata:1429    |    Dirilis Pada: 19/07/2025

iwanya yang terasa menganga. Ia mandi, mencoba membersihkan diri dari semua jejak kotor itu, namun rasanya sia-sia. Cermin memantulkan bayangan di

caman Adam yang tak terucapkan, semuanya membungkamnya. Siapa yang akan percaya padanya? Bahkan jika ada yang percaya, apa yang bisa mereka lakukan? Ia ad

akit yang biasanya menenangkan, kini terasa menyesakkan. Ia mencoba fokus pada ceramah dosen, pada laporan kasus yang harus ia kerjakan, tapi

-bayangan Adam terus menghantuinya. Ia merasakan mual yang luar biasa, kepalanya berdenyut tak tertah

aik saja?" Suara Re

aku. Pandangannya gelap, dan ia merasakan dirin

kampus. Aroma minyak kayu putih menyengat hidungnya

nada suaranya lega. "Kau pingsan tadi. Kau b

kit, tapi kepalanya masih pening. "Aku... aku

ebih dari itu, Ra. Kau sudah kurus, dan matamu selalu

Reyhan melihat kerapuhannya. "Tidak ada. Benar-bena

num atau makanan ringan yang dibelinya. Kehadiran Reyhan, perhatiannya yang tulus, bagai setitik embun di tengah gurun. Aurora merasakan kehan

n Aurora sudah makan, menemaninya saat jaga malam, dan menawarkan diri untuk membantu tugas-tugasnya

berjalan keluar gedung fakultas. Reyhan melihat

mbut. "Aku tahu ini bukan urusanku, t

nusuk tepat ke inti lukanya. Ia me

n. "Aku tahu kau menikah karena perjodohan, t

ana ia bisa mengatakan bahwa suaminya sendiri telah memperlakukanny

esuatu yang tidak beres. Dengan hati-hati, ia mengangkat tangannya,

tubuhnya. Itu adalah sentuhan yang lembut, sentuhan kepedulian. Tapi bagi Aurora, sentuhan itu memicu kenangan mengerikan

seolah Reyhan adalah predator. "Jangan sentuh aku!"

nya menunjukkan keterkejutan dan kebingungan. "Aur

tidak bersalah. Tapi trauma itu begitu dalam. "Maaf, Reyhan," bisiknya, m

gangguk pelan, menyimpan pertanyaan di benaknya. Ia mulai menyadari bahwa ada sesuatu ya

ihkan diri, mengganti pakaian, dan mencoba fokus pada tugas-tugas koasnya. Namun, bayangan se

ah tidak ada yang terjadi. Bangun, sarapan tanpa berbicara, lalu pergi bekerja. Aurora berpikir mungkin ia

tamu, membaca buku teks anatomi sambil mendengarkan musik klasik dari

s," kata Adam, suaranya datar, namun a

ya. "Apa maksudmu? Aku harus ke kampu

kampus," ulang Adam, tatapannya

etiap aspek hidupnya, setelah ia menyakitinya dengan begitu keji. Adam ingin memastikan ia tidak bisa mencari kebahagiaan lain, ti

anya bergetar. "Aku sudah semester akhir! Aku harus menyel

Aurora. Sebagai istriku. Kau tidak perlu gelar atau p

at pahit. "Setelah semua yang kau lakukan padaku? Setelah kau

dekat, matanya menyala marah. "Jangan

sudah terlalu banyak menelan, terlalu banyak menahan. "Aku tidak akan memb

tatan medis Aurora yang tergeletak di meja samping. Buku itu adalah harta Aurora, berisi rin

ta sinis. "Baiklah. Mari kita lihat b

kekuatan brutal. Suara robekan kertas tebal itu memekakkan telinga Aurora, mengoyak jiwanya. La

bukan hanya buku. Itu adalah simbol dari mimpinya, kerja kerasnya, dan satu-satunya jalan keluar yang ia lih

engan rasa putus asa yang dalam. Ia berlutut, mencoba meraih s

u kamu merasa tidak bahagia, kenapa nggak pergi saj

l di benak Aurora. Pergi?

an oleh kalimat Adam selanjutnya, yan

Aurora yang masih berlutut. "Kamu nggak akan bisa keluar dari rumah i

adalah burung dalam sangkar, dan Adam adalah penjaganya yang kejam. Ia tidak hanya menyakitinya secara fi

liki kekuatan untuk melawan. Ia hanya bisa merasakan kehancuran yang tak berujung. Malam itu, di antara serpihan buku catatan medisnya, Aurora

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Suamiku Dingin, Hatinya Beku
Suamiku Dingin, Hatinya Beku
“Pahitnya cinta masa lalu membuat Adam menjadi sosok yang dingin dan tak tersentuh. Ia membenamkan diri dalam tumpukan pekerjaan yang tak ada habisnya, seolah mencari pelarian dari segala rasa. Sampai suatu hari, Aurora, seorang mahasiswi kedokteran semester akhir, hadir dalam hidupnya dan menjadi istrinya dalam waktu singkat. Pernikahan tanpa cinta, hasil perjodohan yang tak bisa ditolak, membuat Adam merasa hidup dalam tekanan tanpa akhir. Setiap pagi dilewatinya dengan sikap dingin, tak pernah menunjukkan kehangatan kepada Aurora yang selalu berusaha peduli dan perhatian. Hingga suatu ketika, sosok ketiga hadir membawa kehangatan di keseharian Aurora. Akankah wanita yang merasa kesepian itu mampu bertahan demi ikrar suci pernikahan mereka?”
1 Bab 1 Ikatan tanpa cinta2 Bab 2 Adam mungkin hanya kelelahan3 Bab 3 muak4 Bab 4 setelah insiden vas bunga5 Bab 5 mencoba membersihkan diri6 Bab 6 Kabar tentang Aurora yang pingsan7 Bab 7 tidak mengatakan apa-apa8 Bab 8 Rasa sakit fisik9 Bab 9 harapan Aurora hancurharapan Aurora hancur10 Bab 10 Setelah malam yang menghancurkan11 Bab 11 harga diri yang mungkin masih tersisa12 Bab 12 pemotretan13 Bab 13 Kehadiran janin di rahim Aurora14 Bab 14 pembakaran surat15 Bab 15 memastikan ia bisa pergi dengan aman16 Bab 16 Air matanya telah kering17 Bab 17 Ia tidak punya apa-apa lagi18 Bab 18 Setelah Adam memecat semua pembantu19 Bab 19 peristiwa mengerikan20 Bab 20 sendirian21 Bab 21 berhasil lolos dari cengkeraman Adam22 Bab 22 Meskipun telah meninggalkan Adam23 Bab 23 Setelah kebenaran tentang perselingkuhan24 Bab 24 Fokusnya kini sepenuhnya pada dirinya sendiri, pada bayinya25 Bab 25 Adam menghilang26 Bab 26 melampiaskan semua yang ia rasakan27 Bab 27 menemukan kos lain28 Bab 28 Yang penting baginya sekarang adalah bebas29 Bab 29 dipermalukan30 Bab 30 meninggalkannya31 Bab 31 Adam pergi dari rumah Kayla32 Bab 32 Kado yang Ditolak33 Bab 33 kejadian ulang tahun Adam34 Bab 34 penyembuhan luka35 Bab 35 Kertas yang Robek36 Bab 36 kenangan pahit37 Bab 37 Sumpah yang Aurora ucapkan di ranjang rumah sakit38 Bab 38 Maaf yang Kosong39 Bab 39 dipaksa pulang oleh Adam40 Bab 40 Perpindahan41 Bab 41 acara kelulusan