icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Menghancurkan Pernikahanku

Bab 4 terbaring koma

Jumlah Kata:1469    |    Dirilis Pada: 13/07/2025

g penuh kepalsuan. Pagi hari ia adalah Adara Wijaya, istri setia yang menunggui suaminya, Garen, yang terbaring koma. Sore harinya, atau kapan pun Rian memerint

pakaian terbaik dari lemari yang telah disiapkan Rian di kediaman barunya, riasan tipis menutupi rona pucat di wajahnya, dan senyum palsu tersunggin

melihat Kirana menyambutnya dengan senyum polos dan ramah. Kirana, mengenakan gaun sederhana

ya ceria. "Selamat datang! Bang

senyum. "Terima kasih, K

k Rian yang berdiri di sampingnya dengan ekspresi netral. "Bang Rian bila

ni salah satu arsitek terbaik yang aku tahu. Kami akan mengerjakan proyek pemb

an tidak punya latar belakang arsitektur. Ia hanya seorang p

esekali melempar senyum yang hanya Adara yang tahu maknanya: sebuah peringatan akan janji yang telah ia buat. Kirana mendengarkan denga

yang mendalam tumbuh di hati Adara untuk Kirana. Ia tahu bagaimana rasanya mencintai dengan tulus, dan ia tidak ingin Kirana mengalami penderitaan yang sama s

sisi Garen, dan menangis. Ia akan meminta maaf berulang kali pada suaminya yang tak sadarkan d

n. "Aku tahu ini salah. Aku tahu aku mengkhianati

n di sekelilingnya yang berbunyi, seolah menjadi

atau 'penasihat proyek'. Adara harus belajar banyak hal tentang dunia properti, tentang bagaimana berinteraksi dengan para konglomerat, dan bagaimana

a beberapa relasi pentingnya. Kirana juga ada di sana, mengenakan gaun i

g pinggang Adara di depan para tamu. Tangannya terasa dingin dan posesif di kulit Adar

rana sedang berbicara dengan seorang wanita, namun sesekali melirik ke arah Rian dan Adara. Ada secer

ra. Santai saja. Nikmati pestanya," bisiknya, suaranya pelan n

uk tersenyum lebih lebar, berbicara lebih luwes. Ia menari dengan Rian, tertawa pada lelucon

iap kali Kirana tersenyum padanya, setiap kali Kirana berbicara tentang rencana masa depannya dengan Rian, Adara merasakan ha

lobi penthouse Rian, Kirana datang mengh

erbakat," Kirana memulai, wajahnya polos. "Tapi aku belum pern

k punya. Ini adalah jebakan kecil ya

lioku saat ini sedang di-update. Ada beberapa proye

iklah kalau begitu." Ia tidak terl

ndapat Kakak. Terkadang aku merasa seperti orang asing di tengah obrolan k

selalu bicara tentang betapa berartinya dirimu baginya, tentang rencana masa depan kalian." Adara mencoba meya

irana berbinar. "D

ng kau adalah nafas segarnya dari dunia yang rumit ini. Di

ebohongan itu, menipu Kirana, demi menjaga rahasianya. Tapi ia juga tahu, Rian m

dan Kirana yang sedang berbicara. Rian tidak suka Adara terlalu

lesai," Rian berkata datar.

sakan mata Kirana mengikutinya hingga ia masuk ke

asi. Jari-jarinya kadang bergerak, dan monitor otaknya menunjukkan aktivitas yang lebih baik. Ha

an, semakin Adara merasa terbebani oleh rahasia yang ia pikul. Bagaimana jika Garen terbangun?

an di rumah sakit. Ini adalah pertama kalinya Rian datang k

pan menilai. "Kau terlihat lebih kurus, Adara. Kurangi kunjungan ke ru

n di samping suami saya. Dan saya tidak akan pe

ak. Anda adalah istri saya. Dan saya tidak suka istri saya terlihat sepert

Rian dengan kasar.

melupakan siapa dirimu, tapi jangan lupa siapa aku. Aku yang me

. Ia membenci Rian, membenci diri

ranya bergetar. "Jangan pernah melibatkan Garen

bersikap, Adara." Ia membalikkan badan dan perg

pernikahannya dengan Rian semakin membebani dirinya. Ia tahu, suatu hari nanti, kebenaran ak

nya, dan mungkin, sebuah kesempatan untuk berjuang demi kebahagiaannya yang telah lama hilang. Namun, untuk saat ini, ia

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Menghancurkan Pernikahanku
Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Menghancurkan Pernikahanku
“Adara Paramitha, seorang wanita anggun dengan keanggunan seorang penari balet, menikah dengan pria impiannya, Garen Wijaya. Pernikahan mereka dilandasi oleh cinta yang murni dan keyakinan akan takdir. Garen, seorang arsitek muda nan ambisius, sangat memuja Adara, terpikat oleh kesempurnaan fisik dan jiwa istrinya. Bagi Garen, Adara adalah permata paling berharga, inti dari setiap mimpinya. Namun, di sudut lain kota metropolitan, benang takdir mulai terjalin rumit. Rian Kusuma, seorang pengusaha properti kenamaan dengan kekayaan tak terbatas, memiliki seorang kekasih bernama Kirana Senja. Kirana adalah seorang gadis sederhana dari desa, lugu, dan penuh pesona alami, yang berhasil mencuri hati Rian dengan kemurniannya. Rian berjanji akan menikahi Kirana, membawanya masuk ke dalam gemerlap dunianya yang mewah. Kisah berawal saat sebuah kecelakaan tak terduga menimpa Garen, suaminya Adara. Kecelakaan itu menyebabkan Garen mengalami cedera parah yang mengancam karir dan bahkan hidupnya. Dalam keputusasaan Adara mencari pertolongan, takdir membawanya bertemu dengan Rian Kusuma. Rian, yang merasa bertanggung jawab atas insiden tak terduga yang secara tidak langsung terkait dengan salah satu proyeknya, menawarkan bantuan finansial yang sangat besar untuk pengobatan Garen. Namun, bantuan itu datang dengan sebuah syarat yang tak terduga: Rian menginginkan sesuatu yang lebih dari sekadar rasa terima kasih. Di tengah perjuangan untuk menyelamatkan suaminya, Adara terperangkap dalam dilema yang mengerikan. Ia harus memilih antara menjaga keutuhan rumah tangganya dan menyelamatkan nyawa Garen. Sementara itu, Kirana, yang baru saja bermimpi tentang masa depan bahagia bersama Rian, mulai merasakan bayangan gelap yang mengancam hubungannya. Rahasia, pengorbanan, dan ikatan tak terduga antara Adara, Garen, Rian, dan Kirana akan menyeret mereka ke dalam pusaran takdir yang tak seorang pun pernah duga, menguji arti cinta, kesetiaan, dan pengorbanan sejati. Apakah cinta Adara dan Garen cukup kuat untuk bertahan? Atau akankah jerat takdir yang diciptakan Rian mengubah segalanya?”
1 Bab 1 wajah tampan suaminya2 Bab 2 pengobatan yang membengkak3 Bab 3 menyaksikan4 Bab 4 terbaring koma5 Bab 5 Bagaimana ia akan menjelaskan pernikahan rahasianya dengan Rian 6 Bab 6 Garen melihatnya dalam sandiwara ini7 Bab 7 Kecurigaan8 Bab 8 memandang sekeliling9 Bab 9 Suasana kafe10 Bab 10 mengetahui kebenaran11 Bab 11 menjadi tempat persembunyian12 Bab 12 rasa takut akan kesehatan13 Bab 13 suasana di rumah Ibu Sumi14 Bab 14 pengawasan15 Bab 15 Penangkapan16 Bab 16 membawa perubahan17 Bab 17 Selamat ulang tahun18 Bab 18 orang ini jahat19 Bab 19 ruang keluarga20 Bab 20 Taman21 Bab 21 kehidupan yang harmonis22 Bab 22 Ada sesuatu yang harus kukatakan23 Bab 23 tangan yang bergetar24 Bab 24 dirinya dan sang istri25 Bab 25 kebahagiaan26 Bab 26 teras belakang rumah27 Bab 27 memecahkan rekor28 Bab 28 duduk berdampingan29 Bab 29 kesendirian30 Bab 30 kenangan manis